Award Winners

Israel Blokir, Stok Bantuan di Gaza Menipis

Harian Reportase - Kamis, 13 Maret 2025
Israel Blokir, Stok Bantuan di Gaza Menipis
Truk-truk berbaris di sisi Mesir di perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza setelah Israel memblokir masuknya truk-truk bantuan ke Gaza, Minggu (2/3/2025). (AP Photo/Mohamed Arafat)  
Penulis
|
Bagikan:

HARIANREPORTASE.com – Israel hingga kini masih memblokir pengiriman bantuan ke gaza, Palestina, hal ini menyebabkan stok bantuan di Gaza semakin menipis.

Israel telah menghentikan pengiriman bantuan sejak 11 hari yang lalu, sehingga bantuan terhenti di pintu masuk Gaza.

Dilansir AFP, Kamis (13/3/2025), Kepala Biro Urusan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher menyatakan pihaknya telah gencar membawa bantuan makanan dan obat-obatan ke Gaza sejak gencatan senjata pada 19 Januari lalu.

Namun bantuan kemanusiaan terhenti sejak 11 hari yang lalu, saat Israel melarang truk truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

Baca Juga:  Angka Kecelakaan Tinggi, Satlantas Polres Aceh Timur dan Stakeholder Bahas Strategi Pencegahan

“Sebelas hari sudah terlalu lama untuk mencegah bantuan menjangkau warga sipil yang sangat membutuhkannya,” kata Fletcher.

“Fakta bahwa kita tidak mendapatkan bahan bakar berarti inkubator dimatikan,” kata Fletcher, seraya menambahkan bahwa Gaza akan segera menjadi krisis kemanusiaan lagi.

Fletcher mengatakan bahwa ia mengunjungi Gaza bulan lalu dan ketika ia mencoba mempersiapkan diri, keadaan jauh lebih buruk dari yang ia perkirakan.

Ia mengatakan salah satu kejutan terbesarnya adalah melihat anjing-anjing menjadi gemuk karena memakan mayat saat mereka mengendus-endus reruntuhan Gaza.

Baca Juga:  Penyidik Satlantas Polres Aceh Timur Limpahkan Berkas Perkara Kecelakaan di Peudawa ke Kejaksaan

“Dan Anda melihat bahwa orang-orang kurus, dan kemudian Anda melihatnya dari jarak bermil-mil dan bermil-mil. Dan saya rasa tidak ada yang dapat mempersiapkan Anda untuk itu,” kata Fletcher.

Untuk diketahui, Pada awal Maret, otoritas Israel memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza, dengan alasan berakhirnya tahap pertama kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

Langkah ini mengakibatkan penutupan perlintasan perbatasan Kerem Shalom, yang merupakan jalur utama Gaza untuk pasokan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Baca Juga:  Sempat Normal, Jalan Lintas Aceh Timur-Gayo Lues Kembali Tertimbun Longsor di Lokop

Blokade itu bertepatan dengan dimulainya bulan Ramadan bagi lebih dari 2 juta penduduk Gaza.

Bukan hanya itu saja, Israel juga akan memutus pasokan listrik ke Gaza.

Negeri Zionis itu mengancam pemutusan pasokan listrik di Gaza selama perundingan kembali persyaratan gencatan senjata dengan kelompok pejuang Palestina Hamas.

Seperti dilansir Independent, surat baru dari menteri energi Israel kepada Israel Electric Corporation memerintahkannya untuk berhenti menjual listrik ke Gaza.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar