HARIANREPORTASE.com — Pendaftaran Sekolah Rakyat (SR) mulai dibuka pada 1 April 2025, dari 211 lokasi yang direncanakan pemerintah, 45 lokasi sekolah rakyat sudah siap dibuka untuk angkatan pertama siswa SR.
45 lokasi SR tersebut berada di Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Melansir kompas, berikut daftar 45 lokasi Sekolah Rakyat yang sudah siap dibuka:
Lokasi Pulau Jawa
1. Sentra Handayani Jakarta
2. Sentra Terpadu Inten Suweno, Bogor
3. Pulau Jawa
4. Sentra Phalamarta Sukabumi
5. Sentra Wiyata Guna Bandung
6. Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Surakarta
7. Sentra Antasena Mangelang
8. Pati BBPPKS
9. STPL Bekasi
10. Universitas Brawijaya
11. Sentra Mulya Jaya Jakarta Sentra
12. Satria Baturraden, Banyumas
13. Sentra Abiyoso Cimahi
14. Sentra Galih Pakuan, Bogor
15. Sentra Terpadu Kartini, Temanggung
16. Sentra Margolaras, Pati
17. Bandung BBPPKS
18. Poltekesos
19. Universitas Negeri Surabaya
20. Provinsi Jawa Timur
21. Kota Batu
22. Kabupaten Mojokerto
23. Kota Malang
24. Kabupaten Banyuwangi
25. Kota Pasuruan
26. Kota Probolinggo
Lokasi Pulau Sumatera
1. Sentra Darusaa’adah Aceh
2. Sentra Insyaaf Medan
3. Sentra Budi Perkasa
4. Palembang
5. Sentra Alyatama Jambi
6. Sumatera
7. Sentra Bahagia Medan
8. Sentra Abhiseka Pekanbaru
9. Sentra Dharma Guna Bengkulu
10. BBPPKS Padang
11. Pemerintah Kab. Solok
Lokasi Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua
1. Sentra Budi Luhur
2. BBPPKS Banjarmasin
3. Sentra Wirajaya Makassar
4. Sentra Nipotewu Palu
5. BBPPKS Jayapura
6. Sentra Gau Mabaji Gowa, Makassar
7. Sentra Meohal Kendari
8. Wasana Bahagaia, Ternate
9. Sentra Turnou Tou Manado
Lokasi Bali dan Nusa Tenggara
1. Sentra Mahatmiya Bali
2. Sentra Paramita NTB
3. Sentra Efata Kupang
Persyaratan siswa masuk Sekolah Rakyat Dilansir dari Kompas.com, Selasa (25/3/2025), persyaratan mendaftar Sekolah Rakyat ini dijelaskan oleh Ketua Formatur Sekolah Rakyat M Nuh.
Ia mengatakan, rekrutmen siswa akan dilakukan dengan mempertimbangkan klaster sosial atau desil ekonomi calon siswa di tiap daerah.
“Insya Allah mulai 1 April, Satgas akan mulai melakukan rekrutmen calon murid sesuai dengan klaster (desil) yang ada,” kata Nuh, dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/3/2025).
Persyaratan atau kriteria siswa yang bisa mendaftar Sekolah Rakyat antara lain:
1. Diprioritaskan pada anak yang berasal dari keluarga Desil 1 atau keluarga dengan tingkat ekonomi miskin ekstrem.
2. Apabila masih ada siswa kuota baru akan diperluas rekrutmennya pada anak dari keluarga miskin yang masuk dalam Desil 2.
“Kami mengutamakan penerimaan dari Desil 1, yaitu kelompok masyarakat miskin ekstrem. Jika kuota masih tersedia, akan diperluas ke Desil 2 dan seterusnya,” ujarnya.
3. Kemampuan akademik, yang diuji melalui beberapa tes seleksi, di antaranya tes akademik, psikotes, serta pemeriksaan kesehatan.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa 45 sekolah telah siap digunakan. Dari 211 titik yang direncanakan, 45 sekolah sudah siap menerima siswa.
“Sudah ada 45 (titik) tahap pertama yang sudah siap membuka pendaftaran siswa,” ungkap sosok yang akrab disapa Gus Ipul tersebut dalam rilis pers resmi, dikutip pada Selasa (25/3/2025).
Perlu diketahui, Sekolah Rakyat menyasar siswa dari keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 hingga desil 3 berdasar Data Sosial Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah berkonsep asrama ini keseluruhan biayanya ditanggung pemerintah dan mencakup semua jenjang mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Sekolah Rakyat akan menyaring guru-guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sekitar lokasi pengadaan.
Berdasarkan data dari Kemensos, 211 titik Sekolah Rakyat itu menggunakan 164 rekomendasi berbagai pemerintah daerah.
Diketahui ada 38 titik sudah berupa bangunan dan 126 titik masih berupa tanah.
Sedangkan 45 titik yang siap digunakan ini terdiri dari 33 sentra, 6 balai, 4 IPWL, Poltekesos, dan Pusdiklatprof. Sekolah-sekolah itu nantinya berdiri di atas aset milik Kemensos.
Selain itu, ada dua universitas yang juga mengusulkan lokasi untuk dibangun Sekolah Rakyat, yaitu Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya.
Namun, titik-titik yang direncanakan oleh Kemensos itu akan mengalami survei kelayakan dari Kementerian Pekerjaan Umum sebelum dilanjut pembangunannya.