Award Winners

Dari Pojok Dayah Darul Ulum, Punggawa Dayah Ajak Guru Dayah Selamatkan Bumi

Harian Reportase - Sabtu, 24 Januari 2026
Dari Pojok Dayah Darul Ulum, Punggawa Dayah Ajak Guru Dayah Selamatkan Bumi
  
Penulis
|
Bagikan:

Oleh: Bung Syarif*


HARIANREPORTASE.com — Dayah Modern Darul Ulum (Ma’hadu Daarul Ulum al-‘Ashry) merupakan pondok pesantren terpadu yang mengkolaborasikan pendidikan ilmu pengetahuan agama Islam dengan pendidikan ilmu pengetahuan umum. Dayah ini didirikan pada 1 Juni 1990, dan pada 1 Juni 2025 genap berusia 35 tahun.

Darul Ulum berada di bawah naungan Yayasan Pembangunan Umat Islam dan berdiri di atas lahan seluas ± 48.938 m² yang beralamat di Jalan Syiah Kuala Nomor 5, Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Lokasinya yang berada di tengah Kota Banda Aceh—hanya berjarak sekitar ± 2 km dari Masjid Raya Baiturrahman—menjadikan Dayah Darul Ulum sangat strategis. Jenjang pendidikan formal yang dikelola meliputi SMP Islam, Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Pada awal berdirinya, Darul Ulum hanya memiliki 14 santri dan membuka satu jenjang pendidikan formal, yaitu Madrasah Tsanawiyah. Seiring perkembangan, pada tahun pelajaran 1993/1994 dibuka jenjang Madrasah Aliyah. Selanjutnya, pada tahun pelajaran 2000/2001, SMP Islam yang sebelumnya berdiri sendiri bergabung ke dalam naungan pesantren.

Hingga saat ini, Darul Ulum mengelola tiga lembaga pendidikan formal yang melaksanakan kurikulum nasional, yakni MTs Darul Ulum, SMP Islam Darul Ulum, dan MA Darul Ulum, dengan total santri mencapai ± 1.000 orang.

Baca Juga:  Presiden Iran Bersama 8 Pejabat Lainnya Dilaporkan Tewas

Keberadaan dua lembaga pendidikan pada jenjang wustha (menengah pertama) tidak membedakan kurikulum yang diterapkan. Selain mengikuti kurikulum nasional, seluruh santri juga memperoleh pendidikan Islam dengan kurikulum yang sama.

Perbedaan hanya terletak pada ijazah yang diterbitkan: santri MTs memperoleh ijazah dari Kementerian Agama, sementara santri SMP Islam memperoleh ijazah dari Kementerian Pendidikan.

Perpaduan kurikulum ini menjadikan Dayah Modern Darul Ulum sebagai lembaga pendidikan alternatif yang diharapkan mampu melahirkan generasi Islam masa depan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan umum, tetapi juga menjadikan Islam sebagai penuntun kehidupan dunia dan akhirat.

Kurikulum pesantren (al-Manāhij al-Ma’hadiyah) yang diterapkan meliputi pendidikan aqidah, akhlak, Al-Qur’an (qirā’at, tajwid, ulumul Qur’an, tafsir), hadits (hifdzul hadits dan musthalah hadits), fiqh (qirā’atul kutub al-Islamiyah), serta penguasaan bahasa Arab dan Inggris, seperti nahwu, sharaf, balaghah, muthala’ah, insya’, tarjamah, dan English conversation.

Selain itu, santri juga dibekali ‘amaliyah at-tadris (praktik mengajar) sebagai kontribusi terhadap kesinambungan pendidikan Islam. Seluruh materi diajarkan secara berjenjang sesuai kurikulum yang telah dirancang.

Dalam kehidupan sehari-hari, santri menjalani aktivitas dalam bingkai jadwal dan peraturan yang ketat guna membentuk disiplin dan kemandirian. Di antara aturan yang wajib dipatuhi adalah menjalankan syariat Islam, menggunakan bahasa Arab atau Inggris dalam komunikasi, serta bermukim di dalam kompleks pesantren.

Baca Juga:  Rekrutmen Bersama BUMN 2024 untuk SMA hingga S2, Berikut Informasinya

Selain kurikulum wajib, santri juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, baik yang bersifat wajib maupun pilihan. Ekstrakurikuler wajib adalah Tadrib al-Khitabah (latihan pidato), sementara kegiatan pilihan meliputi Tahfizh Al-Qur’an Club, Language Club, seni tari, drama, nasyid, serta berbagai klub olahraga seperti sepak bola, voli, basket, dan tinju. Seluruh kegiatan berada di bawah pembinaan dewan guru (asatiz) yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Dewan guru Dayah Modern Darul Ulum berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk alumni Darul Ulum dan dayah-dayah besar di Aceh. Mereka merupakan lulusan S1 dan S2 dari berbagai perguruan tinggi, seperti USK, UIN Ar-Raniry, UGM, IPB, George Mason University, Khartoum International Institute, serta alumni dayah ternama seperti Darussalam Labuhan Haji, Gontor, Darul Huda Paloh Gadeng, dan MUDI Mesra Samalanga.

Para alumni Dayah Modern Darul Ulum juga tersebar di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, seperti Al-Azhar Kairo, universitas di Turki, UI, UGM, IPB, UIN Syarif Hidayatullah, hingga IPDN. Sebagian alumni lainnya berkiprah sebagai anggota TNI/Polri, politisi, aktivis LSM, dosen, dan pengusaha. Atas kualitas tersebut, Dayah Modern Darul Ulum dinobatkan sebagai salah satu dayah terpadu terbaik di Banda Aceh dan terakreditasi “A” oleh Majelis Akreditasi Dayah Aceh (MADA).

Baca Juga:  Ketua Umum Dewan Dakwah Langsa Raih Profesor Bidang Ilmu Fikih Muamalah

Saat ini, Banda Aceh memiliki empat dayah terakreditasi “A” oleh MADA, yaitu tiga dayah terpadu (Dayah Modern Darul Ulum, Dayah Terpadu Inshafuddin, dan Dayah Modern Babun Najah) serta satu dayah tradisional, Madinatul Fata.

Pada Jumat, 23 Januari 2026, Punggawa Dayah Kota Banda Aceh yang terdiri dari Carlie Papa Romeo (CPR), Sekretaris Dayah, dan Kasi Manajemen melaksanakan Gerakan Penghijauan Dayah sebagai bagian dari upaya menyelamatkan bumi. Lingkungan dayah ditanami berbagai pohon buah agar tampak asri dan menawan. Bibit tanaman bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tersebut meliputi rambutan, mangga, alpukat, dan durian, yang disesuaikan dengan karakteristik tanah serta luas lahan masing-masing dayah.

Dari pojok Dayah Modern Darul Ulum, Punggawa Dayah Kota Banda Aceh mengajak para guru dayah untuk bersama-sama berperan aktif menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi melalui langkah-langkah sederhana namun berkelanjutan.


**Penulis adalah Magister Hukum Tata Negara USK; Fasilitator Aksi Bergizi bagi Guru Dayah (Flower Aceh–UNICEF); Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh; Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry; Pengurus ICMI Kota Banda Aceh Periode 2024–2029; Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin Periode 2023–2026; Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB); serta Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YAHiau–UNICEF.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar