Idi, HARIANREPORTASE.com — Pemerhati sosial, Dedi Saputra SH meminta pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, dievaluasi dan diperbaiki.
Hal itu disampaikan dedi setelah melakukan investigasi bersama sejumlah rekan media, atas informasi adanya keluhan dari pasien RSUD Zubir Mahmud yang diperolehnya pada Ahad (28/7/2024).
“Saat mendapat informasi keluhan dari masyarakat, saya langsung mendatangi RS Zubir Mahmud dengan beberapa rekan media dan sempat bersitegang dengan oknum security karena melarang awak media, namun permasalah tersebut bisa diselesaikan.” kata Dedi, Senin, (29/7/2024).
Dedi menambahkan, dirinya berharap kepada direktur RS Zubir Mahmud untuk mengontrol bawahnya, karena yang bertanggung jawab adalah direktur RS Zubir Mahmud.
“Kita sangat berharap adanya perubahan pelayanan di RS Zubir Mahmud.” ungkap Dedi
Jika banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan yang kurang optimal, maka yang rugi pihak rumah sakit sendiri, apalagi RS Zubir Mahmud sudah mendapatkan akreditasi yang baik.
“Jadi sekali lagi kami meminta dan berharap kepada direktur RS Zubir Mahmud untuk mengevaluasi kinerja pelayanan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.” Pungkas Dedi.
Sebelumnya diberitakan, Pelayanan di RSUD ZM diduga kurang optimal hingga menuai kritikan dari pasien, pasalnya oknum tenaga medis seperti acuh tak acuh dalam memberikan pelayanan perawatan kepada pasien.
Seperti yang menimpa istri dari seorang pegawai negeri sipil (PNS) Aceh Timur yang bernama Ardadi atau yang akrab di sapa Ayah Jon Alfared.
Jon Alfared merasa sangat kecewa, sekaligus merasa geram dengan sikap oknum dokter wanita, yang mana oknum dokter tersebut telah mengeluarkan kata kata yang kurang pantas serta membandingkan tentang penyakit yang diderita istrinya dengan penyakit yang di derita oleh ayah dari oknum dokter RS Zubir Mahmud tersebut.
Ardadi bercerita, Kejadian itu bermula pada tanggal 27 Juli 2024, pada saat itu istrinya mengalami sakit lambung dan sesak nafas, sehingga pada pukul 10:00 wib masuk ke UGD RS Zubir Mahmud.
“Kurang lebih hampir 3 jam Istri saya dibawa keruangan Marwah nomor 5, saat menjelang sore hari oknum Dr tersebut memeriksa istri saya dengan berkata “ibu ini jangan terlalu manja (birah, bahasa Aceh), Ayah saya aja sakit gula tidak manja kayak ibu dan tidak usah pake oksigen.” ujar Ardadi meniru ucapan oknum Dokter RS Zubir Mahmud tersebut.
“Dengan spontan saya jawab dan marah kenapa berkata demikian apa kamu kira istri saya pura-pura sakit?, tidak lama kemudian dr tersebut pergi dan tiba malam harinya saat istri saya sesak nafas oknum petugas juga lambat untuk datang melakukan penanganan,” lanjut Ardadi
“Saya berharap kepada pihak RS Zubir Mahmud untuk memberikan pelayanan yang maksimal, hari ini keluarga saya dan besok jatuh ke orang lain, usai saya marah-marah baru mereka bekerja dengan baik.” terang Ardadi
Sementara hal serupa juga di alami pasien lain di ruang Marwah nomor 1 yang namanya tidak mau disebutkan, juga mengatakan hal yang sama, pelayanan RS Zubir Mahmud sudah tidak seperti biasanya lagi.
“Kita berharap adanya perubahan dari pihak RS Zubir Mahmud.” pungkasnya.
Respon Pihak RSUD ZM
Direktur RSUD ZM, dr Edi Gunawan. MARS, melalui Humas, Cut Sofiana, SKM, MKM mengatakan, pihaknya sedang menelusuri peristiwa tersebut.
“Untuk pemberitaan ini sedang di telusuri oleh bidang terkait, jika memang hal tersebut terjadi kami meminta maaf pada pasien dan keluarga, namun perlu kami sampaikan bahwa ini sungguh di luar dugaan karena selama ini kami tetap dan terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien yang dirawat di RSUDZM.” kata Cut Sofiana, Ahad (28/7/2024).
”Jika ada hal yang terjadi seperti yang tersebut diatas ini berarti oknum petugas segera akan kami panggil, siapa oknum tersebut dan untuk kami mintai informasi tentang perihal yang membuat pasien dan keluarga merasa tidak nyaman. Dengan catatan jika memang benar tentunya akan di berikan pembinaan kepada petugas tersebut.” lanjutnya
“Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerhati Sosial dan wartawan Aceh Timur atas kritikan yang membangun serta menjadi catatan untuk kami untuk lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.” pungkasnya