Banda Aceh’ Harian Reportase – Ada nuansa berbeda yang menyelimuti Dusun Rawasakti, Gampong Jeulingke, Banda Aceh, pada Jumat pagi (10/7/2026). Sebelum mentari menyingsing, ratusan jamaah sudah memadati Masjid Jamik Al-Wustha, larut dalam shalat subuh berjamaah yang dipimpin Ustadz Muhammad Shiddiq, S.Pd. Ibadah pagi itu menjadi pembuka rangkaian program mingguan Safari Ceramah Subuh Jumat Berkah yang kembali hadir di tengah warga.
Pekan ini, mimbar Al-Wustha diisi oleh pakar hukum Islam ternama, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A. Lewat tausiahnya, beliau mengajak jamaah menyelami makna sejati dari “Jalan Menuju Keselamatan”. Menurutnya, banyak orang sibuk mengejar rasa aman dan nyaman versi dunia yang sesungguhnya rapuh dan sementara, sampai lupa menabung untuk keselamatan yang kekal di kampung akhirat.
“Bangun sebelum fajar lalu melangkah ke masjid bukanlah hal ringan. Tidak ada laba duniawi yang bisa langsung digenggam, yang ada justru tenaga yang terkuras. Tapi justru di titik itulah iman diuji. Hanya mereka yang keyakinannya kokoh yang sanggup bertahan istiqamah,” tegas Prof. Syahrizal di hadapan jamaah yang khusyuk menyimak.
Mengutip Surat As-Saff ayat 10-11, beliau memaparkan sebuah gagasan yang menggetarkan: Allah SWT membuka peluang tijarah, sebentuk “transaksi langit” dengan jaminan berupa keselamatan dari siksa neraka. Modalnya cukup dua: iman yang teguh kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kesungguhan berjihad dengan harta dan jiwa di jalan-Nya.
Kehadiran rombongan Safari Subuh Jumat Berkah kali ini disambut hangat oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan para tokoh setempat. Ketua BKM Al-Wustha, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena masjidnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan pekan ini.
Senada dengan itu, Ulee Jurong (Kepala Dusun) Rawasakti, Ustadz Mirza Nanda, S.Pd., menegaskan bahwa denyut kehidupan religius di kampungnya memang terjaga dengan sangat baik. “Ceramah subuh di dusun kami, terutama di masjid, sudah menjadi agenda rutin. Bukan cuma mingguan, tapi bahkan tiap hari,” ujarnya.
Turut hadir dalam momen berkah ini sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Imam Syik Masjid Al-Wustha Ustadz H. Israr Hirdayadi, Lc., MA., pengurus Safari Subuh Jumat Berkah Ustadz Drs. H. Amir Hamzah dan Ustadz Abdus Salam, para kepala lorong, jajaran pengurus BKM, hingga warga Dusun Rawasakti yang berbaur akrab bersama seluruh jamaah.
Usai ruhani dibasuh dengan tausiah yang menyejukkan, jamaah tak lantas bubar begitu saja. Begitu kaki menjejak halaman masjid, tradisi kebersamaan khas Aceh langsung terasa. Suasana berubah cair dan hangat kala semua jamaah berkumpul untuk ngopi bersama.
Hidangan yang disiapkan secara swadaya oleh warga jamaah Al-Wustha ini terbilang istimewa dan serba lengkap: kopi khas Aceh yang mengepul, teh tarik hangat, susu untuk anak-anak, hingga sajian tradisional seperti pulut, nasi gurih, dan bubur kanji yang siap memanjakan lidah selepas subuh.
Momen ngopi bersama ini menjelma menjadi ruang silaturahmi yang penuh kehangatan, cerminan nyata kekuatan ukhuwah Islamiyah antarwarga. Tak ada sekat maupun jarak; semua larut menikmati berkah hari Jumat, sembari merajut komitmen untuk terus memakmurkan masjid, terutama di waktu subuh yang penuh keberkahan.