Award Winners

Farid Nyak Umar Ajak Pemuda Banda Aceh Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Perilaku Berisiko untuk Cegah HIV/AIDS

Harian Reportase - Minggu, 15 Februari 2026
Farid Nyak Umar Ajak Pemuda Banda Aceh Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Perilaku Berisiko untuk Cegah HIV/AIDS
etua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST,   
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, Harian Reportase –  Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, mengajak generasi muda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai perilaku yang berisiko terhadap kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan penyebaran HIV/AIDS. Ajakan tersebut disampaikannya saat menggelar Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 bersama kalangan pemuda di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Aceh, Kamis (2/7/2026).

Dalam dialog tersebut, Farid menyampaikan bahwa peningkatan kasus HIV/AIDS di Banda Aceh memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang merupakan kelompok usia produktif. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui edukasi dan penerapan pola hidup sehat.

Ia mengutip data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh yang mencatat hingga akhir Mei 2026 terdapat 909 kasus HIV/AIDS, terdiri dari 745 kasus HIV dan 164 kasus AIDS. Menurut Farid, mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia produktif dan dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko.

Farid juga menyinggung penanganan kasus oleh Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh pada Februari 2026, yang menurutnya menunjukkan adanya tiga orang yang terkonfirmasi positif HIV dalam kasus tersebut.

“Pemuda Banda Aceh harus waspada. Peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan ini menjadi ancaman bagi ketahanan sosial dan moral bangsa. Budaya LGBT bertentangan dengan nilai Pancasila dan budaya bangsa kita. Jadi, generasi muda tidak boleh terjebak dalam perilaku berisiko,” tegas Farid.

Farid mengatakan, ajakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang menurutnya menempatkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter terhadap ketahanan negara. Ia menyebut regulasi tersebut menekankan upaya pencegahan terhadap penyebaran ideologi yang dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Alumni Dayah DTB Arongan, Tgk Muhammad Riski Akbar Raih Gelar Magister Dengan Predikat Cumlaude

Selain itu, Farid menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program pencegahan HIV/AIDS melalui pendekatan edukasi di lingkungan sekolah, kampus, maupun komunitas.

Menurutnya, edukasi sebaya menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya perilaku seksual berisiko, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara dini.

Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial, menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar, serta mendukung program Pemerintah Kota Banda Aceh dalam upaya menekan angka penularan HIV/AIDS.

“Saya percaya pemuda Banda Aceh adalah garda terdepan dalam menjaga moralitas dan kesehatan masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemuda harus menjadi mitra strategis dalam menekan angka HIV/AIDS melalui edukasi sebaya, kampanye hidup sehat, dan keterlibatan aktif dalam program skrining. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa melindungi generasi dari ancaman perilaku berisiko dan penyakit menular yang dapat merusak masa depan bangsa,” ujar Ketua DPD PKS Banda Aceh tersebut.

Pemuda Siap Mendukung Program Pencegahan

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari peserta reses. Salah seorang perwakilan pemuda dari Gampong Lambaro Skep, Firdausi, menyatakan kesiapan kalangan pemuda untuk berpartisipasi dalam berbagai program pencegahan HIV/AIDS yang dijalankan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Di Hari Bhayangkara Ke 78, Kapolsek Darul Aman Door To Door Bantu Warga Kurang Mampu

Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun lingkungan yang sehat melalui penyebaran informasi yang benar, penerapan gaya hidup sehat, serta menghindari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.

“Kami sebagai pemuda merasa memiliki tanggung jawab besar. Apa yang disampaikan Pak Farid menjadi pengingat bahwa kami harus ikut turun tangan. Kami siap membantu pemerintah dengan cara sederhana, seperti mengedukasi teman sebaya, ikut kampanye hidup sehat, dan menjauhi perilaku berisiko. Ini bukan hanya untuk diri kami, tetapi juga demi masa depan Banda Aceh,” ujar Firdausi.

Momentum Penguatan Peran Generasi Muda

Kegiatan reses tersebut tidak hanya menjadi forum penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat nilai-nilai agama dan budaya, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda.

Baca Juga:  Lindungi Rumah Anda dan Kenali Rahasia Tetap Sehat di Musim Berubah

Farid berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, keluarga, dan organisasi kepemudaan dapat semakin diperkuat sehingga upaya pencegahan HIV/AIDS dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, ia optimistis generasi muda Banda Aceh dapat menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan daerah.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar