HARIANREPORTASE.com — Imbas dari peretasan atau serangan terhadap Pusat Data Nasional (PDN) membuat 182 data di kementerian atau lembaga hilang, hanya 44 yang selamat, karena memiliki backup data.
Instansi-instansi yang memiliki data cadangan untuk sistem layanannya menjadi prioritas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk dipulihkan.
“Kami mengutamakan pemulihan kementerian/lembaga yang memiliki backup data, jumlah 44,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong, dikutip dari kompas.com, Kamis (27/6/2024).
Namun, Usman belum dapat merincikan kementerian/lembaga yang diprioritaskan proses pemulihannya.
Usman menambahkan, proses pemulihan dilakukan dengan memanfaatkan data cadangan yang dimiliki masing-masing kementerian/lembaga, untuk mengaktifkan kembali layananannya.
“Kita berharap setiap hari ada tenant-tenant ataupun kementerian/lembaga yang pulih. Sehingga kami berharap akhir bulan ini paling tidak ada 18-an bisa recovery,” kata Usman.
Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, serangan siber terhadap PDN berdampak terhadap layanan di 282 instansi pemerintahan.
“Saat ini upaya terus dilakukan untuk memulihkan 282 tenant,” jelas Semuel.
Diberitakan sebelumnya, Pusat Data Nasional mengalami gangguan sejak Kamis (20/6/2024).
Akibatnya sejumlah layanan publik di kementerian/lembaga ikut terdampak.
Direktur Network & IT Solution PT Telkom, Herlan Wijanarko, dalam jumpa pers yang digelar di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), sebagaimana dikutip dari YouTube resmi Kementerian Kominfo, Kamis (27/6/2024).
“Sejak kejadian sampai dengan hari ini, kami diasistensi oleh BSSN dan kerja sama dengan semua yang terkait, Kominfo, para tenant, Bareskrim. Kami berupaya keras melakukan pemulihan (recovery) dengan sumber daya (resource) yang kami miliki,” kata Herlan.
“Yang jelas, data yang sudah kena ransomware ini sudah tidak bisa kami pulihkan,” lanjut Herlan