Award Winners

Jelang Pilkada, Fenomena Tokoh Dadakan Muncul di Aceh

Harian Reportase - Sabtu, 27 April 2024
Jelang Pilkada, Fenomena Tokoh Dadakan Muncul di Aceh
Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa) Aceh, Samsul Bahri, M.Si  
Penulis
|
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com —  Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada bulan November mendatang, Banda Aceh menjadi saksi dari fenomena yang mengkhawatirkan, kemunculan tokoh dadakan yang terus berganti dan muncul di berbagai platform media, baik secara daring maupun cetak.

Fenomena ini mencerminkan kegagalan sistem politik Aceh dalam melahirkan pemimpin yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang memadai untuk memimpin ke depan.

Ketua LEMKASPA Aceh, Samsul Bahri, menerangkan, para tokoh dadakan ini seolah-olah menjadi produk instan yang ditawarkan kepada publik dalam upaya untuk mendapatkan dukungan politik.

Mereka muncul dengan cepat, tanpa melalui proses seleksi yang ketat dan tanpa memiliki rekam jejak yang jelas dalam kepemimpinan dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga:  Penerimaan Polri Tahun 2025 Dibuka, Berikut Informasinya

Hal ini menimbulkan keraguan dan ketidakpercayaan publik terhadap integritas dan kompetensi mereka.

Selain itu, kata dia, kemunculan tokoh dadakan juga mencerminkan kelemahan dalam proses seleksi calon pemimpin di Aceh.

Terkadang, popularitas atau kepentingan politik tertentu menjadi faktor penentu dalam pemilihan calon, tanpa mempertimbangkan kualitas kepemimpinan dan kelayakan calon tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sistem politik Aceh masih terjebak dalam praktik politik yang tidak sehat dan tidak mampu menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

“Keberadaan tokoh dadakan juga dapat mengaburkan fokus pemilihan, mengalihkan perhatian dari isu-isu penting yang harus dibahas dan solusi nyata yang harus ditemukan untuk memajukan Aceh. Hal ini dapat menghambat kemajuan dan pembangunan daerah jika pemimpin yang dipilih tidak memiliki visi yang jelas dan komitmen yang kuat untuk melayani kepentingan masyarakat,” ungkap Samsul, Sabtu, (27/4/2024).

Baca Juga:  Bayar SPS Sabtu, Selasa Sudah Diukur, Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah-langkah konkret dalam memperbaiki sistem politik Aceh. Proses seleksi calon pemimpin harus lebih transparan, kompetitif, dan didasarkan pada kriteria-kriteria yang jelas, termasuk kapasitas kepemimpinan, integritas, dan rekam jejak yang baik dalam pelayanan publik.

Selain itu, partai politik juga perlu berperan aktif dalam mengembangkan kader-kader yang berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan yang intensif.

Pendidikan politik yang baik akan membantu membangun pemimpin yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang tugas dan tanggung jawab mereka serta memiliki komitmen yang kuat untuk melayani kepentingan masyarakat.

Baca Juga:  Mohammad Haikal Resmi Jabat Ketua Badan BMA

Lebih lanjut, Samsul mengatakan, dalam menghadapi Pilkada mendatang, Aceh perlu bergerak maju menuju sistem politik yang lebih sehat dan transparan.

“Hanya dengan memilih pemimpin yang berkualitas dan kompeten, Aceh dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakatnya.” ujar Samsul

Bagikan:

Tinggalkan Komentar