Award Winners

KAMMI Banda Aceh Sambangi DSI, Sorot Politik di Banda Aceh Semakin Keluar Dari Koridor Syari’at

Harian Reportase - Jumat, 15 November 2024
KAMMI Banda Aceh Sambangi DSI, Sorot Politik di Banda Aceh Semakin Keluar Dari Koridor Syari’at
Ketua KAMMI Banda Aceh, Khairul Rahmad S.Ag, dan Pengurus Bersama Plt. Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Ridwan Ibrahim, S.Ag, M.Pd, di Kantor DSI, Gp. Mibo, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jum’at (15/11/2024).  
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com — Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh menyambangi kantor Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Jum’at (15/11/2024).

Ketua KAMMI Banda Aceh, Khairul Rahmad S.Ag, kepada Harianreportase.com mengatakan, pihaknya menemui Kepala DSI Kota Banda Aceh, Ridwan Ibrahim, S.Ag, M.Pd dalam rangka membahas perihal keadaan politik di Banda Aceh yang semakin tidak sehat menjelang Pilkada 2024 ini.

Dalam kesempatan itu, Khairul menyebutkan, melihat realita lapangan yang ada di Kota Banda Aceh hari ini, semua pasangan calon walikota membuat slogan utama mereka dengan penegakan syari’at Islam.

Baca Juga:  Beasiswa LPDP 2023 Dibuka, Berikut Syarat dan Jadwalnya

“Tapi kenapa sebagian dari mereka, masih membiarkan timsesnya untuk bermain Money Politic di Kota yang menempati posisi kedua IPM se-Indonesia ini.” ujar Khairul

Jika hal begini terus dibiarkan, lanjut Khairul, tanpa ada proses penentangan, maka tidak ada bedanya Banda Aceh dengan daerah-daerah lainnya yang ada di provinsi Aceh ini.

“Bahkan ini akan menjadi penyakit mental turunan bagi generasi selanjutnya,” lanjut Khairul.

Baca Juga:  Pengurus Persaudaraan Pidie Raya, Dikukuhkan, Pj Gubernur Harapkan Jadi Pelopor Persatuan

Dalam kesempatan tersebut, kepala DSI Banda Aceh, Ridwan Ibrahim, S.Ag, M.Pd menyampaikan, bahwasanya ini merupakan persoalan serius, karena menyangkut dengan politik, dan politik merupakan instrument yang dapat mengatur segala lini.

“Benar adanya, keadaan politik yang tidak sehat sekarang di Kota Banda Aceh, tidak lain disebabkan oleh pemain-pemain politik itu sendiri,” ungkapnya

Menurutnya, perbaikan politik yang ada di Kota Banda Aceh ini harus diselesaikan secara bersama, dan melibatkan semua elemen, sehingga cita-cita luhur yang sudah sangat kuat ditanamkan oleh endatu kita dulunya bisa terwujud dan terjaga kembali.

Baca Juga:  Kapolres Aceh Timur Inspektur Upacara Penurunan Bendera Merah Putih

“Selama ini terkesan dikalangan masyarakat seolah-olah syariat Islam hanyalah tugas dan tanggungjawab Pemerintah Banda Aceh, DSI, MPU dan lembaga keistimewaan yang ada di Banda Aceh saja,” ujarnya.

“Dan saya juga sangat mengapresiasi kalian yang tetap mau bergerak dan bersuara terkait hal ini, dan itu perlu dijaga dan tanamkan prinsip kalian sedalam mungkin, sehingga tidak mudah dijual belikan dengan uang recehan,” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar