Award Winners

Ketua GEMA Hadi Saputra Desak Aparat Usut Tuntas Ledakan KMP Aceh Hebat 2

Harian Reportase - Sabtu, 13 Juni 2026
Ketua GEMA Hadi Saputra Desak Aparat Usut Tuntas Ledakan KMP Aceh Hebat 2
Ketua Gerakan Muda  Aceh (GEMA), Hadi Saputra. Sabtu 13/06/2026, (Dok:Pribadi)  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, Harian Reportase – Ketua Gerakan Muda  Aceh (GEMA), Hadi Saputra, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 yang mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka bakar, termasuk taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang Kepala Kamar Mesin (KKM).

Hiangga saat ini para korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh akibat luka bakar yang cukup serius, akibat ledakan yang terjadi pada Jum’at lalu.

“Secara khusus, saya menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak kita, para taruna yang sedang menimba ilmu di sana. Kejadian ini adalah tamparan keras bagi dunia pelayaran kita,” ujar Hadi Saputra kepada awak media, Jumat malam (12/6/2026).

Baca Juga:  Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas

Menurut Hadi, insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa. Ia meminta aparat penegak hukum dan lembaga terkait melakukan penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan profesional guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi di ruang mesin kapal tersebut.

Hadi secara tegas mendesak Polda Aceh, Kejaksaan Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengusut tuntas kasus tersebut tanpa ada hal yang ditutup-tutupi kepada publik.

Baca Juga:  Percepat Pengakuan Hak Masyarakat Adat, Kantah Aceh Besar Hadiri Lokakarya MHA di Banda Aceh

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Karena itu investigasi harus dilakukan secara terbuka dan objektif agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Hadi juga menyoroti manajemen operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator kapal. Menurutnya, insiden tersebut menjadi indikasi adanya persoalan serius dalam aspek perawatan armada, pengawasan teknis, serta penerapan standar keselamatan pelayaran.

“Kamar mesin adalah jantungnya kapal. Jika sistem hidrolik pintu kedap saja bisa meledak saat dioperasikan, ini menandakan fungsi kontrol dan perawatan rutin tidak berjalan maksimal. Nyawa manusia, apalagi para taruna muda yang merupakan aset bangsa, dipertaruhkan di sini akibat kelalaian manajemen keselamatan,” katanya.

Baca Juga:  Jalan Peunaron Baru–Serimulya Rusak Parah, Warga Terisolasi Selama Empat Tahun

Hadi menilai kejadian ini harus menjadi momentum bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi armada penyeberangan yang beroperasi di Aceh.

Ia berharap investigasi yang sedang berlangsung tidak berhenti pada kesimpulan sebagai kecelakaan teknis semata, melainkan mampu mengungkap akar persoalan secara komprehensif sehingga langkah-langkah perbaikan dapat segera dilakukan.

“Peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat budaya keselamatan pelayaran. Evaluasi total terhadap seluruh armada pelayaran publik di Aceh perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan masyarakat benar-benar terjamin,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar