Award Winners

KPA dan Panglima Sagoe Nagan Raya Satu Suara Usung Abu Malaka

Harian Reportase - Sabtu, 27 Juni 2026
KPA dan Panglima Sagoe Nagan Raya Satu Suara Usung Abu Malaka
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Nagan Raya’ Harian Reportase – Eskalasi politik internal Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Kabupaten Nagan Raya menjelang pemilihan ketua baru kian mengerucut. Jajaran pengurus _Komite Peralihan Aceh_ (KPA) Wilayah Nagan Raya bersama seluruh Panglima Sagoe di bawah garis komando wilayah secara kompak resmi mengeluarkan pernyataan sikap dan Surat Rekomendasi Dukungan kepada _Abu Said Isa Quraisy, S.Sos,_ atau yang akrab disapa Abu Malaka, untuk memimpin DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya periode mendatang.

Langkah taktis ini diambil melalui mekanisme musyawarah dan mufakat yang matang dari seluruh elemen eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Nagan Raya. Surat rekomendasi tertanggal 18 Juni 2026 tersebut ditandatangani oleh seluruh jajaran pimpinan wilayah KPA beserta KPA Sagoe se-Kabupaten Nagan Raya dengan spirit kuat untuk menyelamatkan partai dari ancaman kemunduran serta mengembalikan kejayaan sebagai partai pemenang pemilu legislatif di masa depan.

KPA Wilayah Nagan Raya yang diwakilkan pada *Zulkarnaini* ( _Panglima Reubong_ ) selaku Panglima KPA Sagoe Darul Makmur untuk menyampaikan keterangan hasil pertemuan yang menilai figur *_Abu Malaka_* bukan sekadar calon alternatif, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak partai saat ini. Terdapat empat alasan prinsipil dan argumentatif yang mendasari dukungan penuh tersebut:

Baca Juga:  Wamen Ossy Rapat Kerja Bersama Baleg DPR RI Bahas Penyusunan RUU Reforma Agraria

Rekam Jejak Ideologis & Struktural yang Teruji

Secara ideologis, Abu Malaka adalah sosok eks kombatan GAM tulen. Hubungan emosional dan sejarah perjuangannya terhadap garis perjuangan bangsa dan Partai Aceh tidak perlu diragukan lagi. Di sisi struktural dan praktis, kapasitasnya semakin matang karena saat ini ia aktif berkiprah di parlemen sebagai Anggota DPRK Nagan Raya dari Fraksi Partai Aceh. Kombinasi antara militansi ideologi masa lalu dan pemahaman regulasi pemerintahan masa kini menjadikannya figur yang utuh. Ia dinilai paham betul bagaimana mengawinkan prinsip perjuangan partai dengan kerja-kerja politik nyata di parlemen demi kemaslahatan masyarakat Nagan Raya.Kemampuan

Konsolidasi di Akar Rumput

Kondisi internal partai yang membutuhkan penyegaran memerlukan pemimpin dengan kemampuan manajerial konflik yang mumpuni. Abu Malaka dinilai memiliki kapasitas kuat untuk mengonsolidasikan kembali seluruh kekuatan keluarga besar eks kombatan GAM, barisan internal KPA, hingga merangkul para Aneuk Syuhada (anak-anak korban konflik) yang tersebar di seluruh pelosok Nagan Raya. Kemampuan komunikasi yang inklusif ini menjadi jaminan bahwa di bawah kendalinya, sekat-sekat faksional di internal dapat dilebur kembali menjadi satu garis komando yang solid dan harmonis.

Baca Juga:  Kenali Tata Cara dan Persyaratan Pemecahan Bidang Tanah bagi Pemegang Hak

Pengaruh Sosial, Kultural, dan Jaringan Keluarga yang Luas

Sisi menarik dari figur Abu Malaka adalah latar belakangnya sebagai seorang wiraswasta yang mandiri secara logistik serta memiliki basis pengaruh kultural yang sangat mengakar di masyarakat Nagan Raya. Jaringan keluarga besarnya sangat luas dan sebagian besar merupakan eks kombatan GAM yang dihormati di komunitas lokal. Modal sosial dan finansial ini dinilai krusial. Dalam realitas politik modern, kemandirian logistik calon ketua dipadukan dengan modal kultural yang mengakar adalah jangkar utama untuk memperluas basis massa dan menggerakkan roda partai tanpa ketergantungan pada pihak luar.

Visi Masa Depan: Kebangkitan dan Kemenangan Mutlak

KPA Wilayah Nagan Raya meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Abu Malaka, Partai Aceh di Nagan Raya akan kembali bangkit, berkibar maju, kokoh, dan keluar sebagai pemenang mutlak pada pemilu masa yang akan datang. Visi ini didasarkan pada kalkulasi rasional: jika internal KPA solid, Aneuk Syuhada bergerak, dan logistik partai tercukupi berkat pengaruh kulturalnya, maka simpati masyarakat luas akan mengalir penuh. Target merebut kembali kemenangan mutlak dalam kontestasi politik lokal bukan lagi sekadar retorika, melainkan target yang sangat realistis untuk dicapai.

Baca Juga:  DPR Minta Temuan Masalah Haji 2024 Segera Ditindaklanjuti

Dukungan kolektif dalam pertemuan hari ini ( *Sabtu 27 Juni 2026* ) di Waroeng _coffe Green Nagan Simpang 4 Nagan Raya_ dihadiri lengkap oleh seluruh KPA Sagoe, (10 Panglima Sagoe KPA se-Nagan Raya), di tambah 3 Panglima Daerah dan unsur Tuha 4 Partai Aceh Nagan Raya yang diharapkan menjadi momentum emas untuk menyelamatkan Partai Aceh dari potensi disintegrasi, kekalahan, atau bahkan kehancuran pada pemilu mendatang.

Oleh karena itu, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya meminta dengan tegas agar Dewan Pimpinan Pusat ( *DPP* ) Partai Aceh, *H. Muzakir Manaf (Mualem),* memberikan pertimbangan yang sangat serius terhadap aspirasi dari arus bawah ini. Pimpinan wilayah mengingatkan agar pusat tidak salah dalam menempatkan figur ketua partai di daerah, demi menghindari terjadinya perpecahan yang membuat partai tercerai-berai.

Dengan dipimpin oleh Abu Malaka, KPA menjamin adanya dukungan penuh dan satu suara dari seluruh keluarga besar eks kombatan GAM, Aneuk Syuhada, serta elemen masyarakat luas di Kabupaten Nagan Raya guna mengawal kemenangan total Partai Aceh di masa depan.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar