Award Winners

Publik Apresiasi Komitmen Serius Bupati Syech Muharam Benahi Lamreh Menuju Destinasi Wisata Unggulan Aceh Besar

Harian Reportase - Senin, 22 Juni 2026
Publik Apresiasi Komitmen Serius Bupati Syech Muharam Benahi Lamreh Menuju Destinasi Wisata Unggulan Aceh Besar
Ketua Forum organisasi Solidaritas Intelektual Aneuk Perjuangan (SIGAP) Aceh, Dr. Samsuardi.  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Aceh Besar, Harian Reportase – Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam merespons berbagai persoalan di kawasan wisata Lamreh mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi dan pengamat pembangunan daerah. Dr. Samsuardi, M.A., selaku Analis Kebijakan Publik dan warga asli Aceh Besar, menilai respons cepat Pemkab Aceh Besar menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat untuk melakukan pembenahan sektor pariwisata secara menyeluruh.

Menurut Dr. Samsuardi, upaya pemerintah daerah dalam menindaklanjuti isu keamanan dan ketertiban di Lamreh bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

“Saya melihat Pemerintah Aceh Besar memiliki semangat yang luar biasa dalam membenahi kawasan Lamreh dari berbagai praktik yang dapat merusak citra pariwisata, termasuk aksi premanisme yang selama ini dikeluhkan pengunjung. Keberanian untuk melakukan evaluasi dan penertiban merupakan langkah strategis yang sangat patut diapresiasi_ ,” ujar Dr. Samsuardi dalam keterangannya, pada Senin (21/06/2026)

Baca Juga:  Empat Pulau di Aceh Resmi Masuk Wilayah Sumut, Eks Penasehat Gubernur Aceh Kecam Keputusan Mendagri

Ia menambahkan bahwa komitmen yang ditunjukkan oleh Bupati Aceh Besar, H. Teungku Syech Muharam, menjadi sinyal positif bagi masa depan pariwisata daerah. Respons cepat terhadap keluhan publik membuktikan bahwa perlindungan wisatawan dan pengembangan destinasi telah menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kabupaten.

“Keberanian Bupati untuk melakukan pembenahan adalah kunci agar Lamreh dapat bertransformasi menjadi destinasi yang lebih tertata, aman, dan memiliki daya saing tinggi. Ini menunjukkan bahwa pemimpin daerah benar-benar hadir dan peduli terhadap kenyamanan masyarakat maupun wisatawan,” tambahnya.

Baca Juga:  Tahun 2026 Kementerian ATR/BPN Kembali Peroleh Predikat WTP dari BPK RI

Momentum Transformasi Tata Kelola Pariwisata

Lebih lanjut, Dr. Samsuardi menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di Lamreh hendaknya dijadikan momentum emas untuk melakukan transformasi pengelolaan destinasi wisata menuju sistem yang lebih profesional, transparan, dan inklusif. Ia menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya bertumpu pada keindahan alam semata, tetapi juga pada kualitas pelayanan, jaminan keamanan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

“Pembangunan pariwisata berkelanjutan harus melibatkan masyarakat sekitar sebagai subjek, bukan sekadar objek. Keterlibatan aktif warga dalam memperoleh manfaat ekonomi dari sektor wisata akan menciptakan rasa kepemilikan bersama terhadap destinasi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  KKN Pertanahan Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Wamen Ossy: Peningkatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

Dengan potensi alam pesisir yang dimiliki, Lamreh diyakini mampu berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Aceh apabila didukung oleh tata kelola yang baik dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat citra Lamreh sebagai destinasi wisata yang aman, berkelas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Jika dikelola dengan profesionalisme dan komitmen berkelanjutan, Lamreh dapat menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan di Aceh Besar,”  pungkas Dr. Samsuardi.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar