Menurutnya, kabar tersebut merupakan informasi sesat sekaligus bentuk pencatutan nama yang sangat tidak terpuji.
“Saya sudah tabayyun langsung dengan salah seorang ketua DPC yang disebut namanya. Dengan tegas ia menyatakan tidak benar dan namanya dicatut oleh oknum DPW PPP,” kata Ghazali, kepada Harianreportase.com, Rabu (10/9/2025).
Ia menegaskan, narasi yang menggambarkan Mardiono layak kembali memimpin PPP justru bertolak belakang dengan sikap para ulama dan kiai PPP yang belum lama ini bermusyawarah dalam Munas Alim Ulama dan Silatnas di Cirebon. Forum itu merekomendasikan agar Mardiono tidak lagi maju sebagai calon ketua umum karena dinilai gagal memimpin partai.
“Faktanya, di bawah kepemimpinan Mardiono, PPP nyungsep dan kehilangan posisi di Senayan. Sangat menyedihkan jika kemudian ada narasi yang menyebut beliau memenuhi syarat sebagai pemimpin Islam. Bahkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai tajwid dan latar pendidikan beliau pun masih dipertanyakan,” tegasnya.
Ghazali menyebut, tindakan mencatut nama untuk mendukung Mardiono adalah bentuk pengkhianatan terhadap ideologi politik Islam yang selama ini menjadi ruh perjuangan PPP.
“Bagaimana bisa bicara amar ma’ruf nahi munkar, kalau perilaku keji dan munkar justru dipraktikkan di internal PPP sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, para kiai dan ulama PPP sudah meminta seluruh DPC dan DPW di Indonesia untuk tidak mendukung Mardiono kembali memimpin partai.
“Kami juga berharap Mardiono sadar diri dan tidak lagi maju sebagai calon ketua umum dalam Muktamar X PPP mendatang,” pungkas Ghazali.






