Award Winners

Wabup Aceh Timur Buka Suara Usai Namanya Disebut Dalam Video Dun Belanda

Harian Reportase - Minggu, 26 Juli 2026
Wabup Aceh Timur Buka Suara Usai Namanya Disebut Dalam Video Dun Belanda
Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H.,  
Penulis
|
Bagikan:

Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com — Polemik yang mencuat setelah beredarnya video pengakuan Muhammad Yunus alias Dun Belanda memasuki babak baru. Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., secara resmi meminta Dun Belanda memberikan klarifikasi dalam waktu 2×24 jam terkait pernyataan yang menyebut namanya dalam video yang beredar luas di media sosial sejak Sabtu (25/7/2026).

Permintaan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (26/7/2026).

T. Zainal menegaskan, apabila hingga batas waktu yang diberikan tidak ada klarifikasi dari Dun Belanda, maka dirinya akan menempuh jalur hukum.

“Apabila Saudara Dun Belanda tidak melakukan klarifikasi dalam jangka waktu 2×24 jam, maka dengan terpaksa kami akan menempuh jalur hukum demi mendapatkan kebenaran,” ujar T. Zainal.

Menurutnya, klarifikasi diperlukan karena video tersebut mencantumkan namanya sehingga menimbulkan berbagai tanggapan dan persepsi di tengah masyarakat.

Baca Juga:  UMKM Kuliner Aceh Tengah Didorong Naik Kelas, Kemasan, Legalitas dan Pemasaran Jadi Kunci

Ia mengatakan, permintaan klarifikasi juga merupakan respons atas desakan dari tim pendukung, masyarakat, dan warganet yang meminta persoalan tersebut segera diluruskan.

T. Zainal menjelaskan, Dun Belanda tidak harus bertemu langsung dengannya. Klarifikasi, menurutnya, cukup disampaikan melalui rekaman video dan dipublikasikan di media sosial agar dapat diketahui masyarakat luas.

Wakil Bupati menyebut masih memberikan kesempatan kepada Dun Belanda karena yang bersangkutan merupakan warga Aceh Timur.

Langkah tersebut, katanya, merupakan bentuk iktikad baik agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

Ia juga menilai Dun Belanda kemungkinan mudah dipengaruhi atau diprovokasi oleh pihak tertentu. Karena itu, ia berharap kesempatan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik sehingga persoalan dapat diselesaikan secara terbuka tanpa menimbulkan fitnah maupun keresahan di tengah masyarakat.

Selama masa 2×24 jam tersebut, T. Zainal mengimbau masyarakat Aceh Timur tetap tenang, menjalankan aktivitas seperti biasa, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga:  Safrizal: Aceh Segera Masuki Fase Pascabencana per 1 Agustus, Disampaikan di Hadapan Rektor PTN Se-Aceh

Hingga berita ini ditulis, Muhammad Yunus alias Dun Belanda belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi atas permintaan tersebut.

Polemik ini bermula setelah beredar video pengakuan Dun Belanda yang menyatakan seluruh tudingan yang selama ini disebarkannya terhadap Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, tidak benar.

Dalam video itu, ia juga mengklaim mendapat arahan dari Wakil Bupati Aceh Timur dengan iming-iming mobil dan rumah untuk menyebarkan berbagai isu terhadap Bupati.

Dalam video yang beredar pada Sabtu (25/7/2026), Dun Belanda menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, keluarga, tim, dan masyarakat Aceh Timur atas kegaduhan yang ditimbulkannya.

Selain mengakui berbagai informasi yang disebarkannya merupakan fitnah, Dun Belanda juga menyebut pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya berada di Malaysia.

Video lain yang turut beredar memperlihatkan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menerima langsung permohonan maaf Dun Belanda. Keduanya kemudian menandatangani surat perdamaian sebagai bentuk penyelesaian persoalan secara kekeluargaan.

Baca Juga:  Awal 2023, Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Capai Seribu Kantong Lebih

Bupati Iskandar menyatakan dirinya bersama keluarga dan tim telah memaafkan Dun Belanda, serta berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Sebelumnya, Dun Belanda melalui media sosial melontarkan berbagai tudingan terhadap Iskandar Usman Al-Farlaky, mulai dari dugaan korupsi dana beasiswa, penyalahgunaan dana bantuan korban banjir, dugaan korupsi pengadaan sapi meugang, hingga tuduhan perzinaan. Dalam video permintaan maaf tersebut, seluruh tudingan itu diakuinya sebagai fitnah.

Meski demikian, pernyataan Dun Belanda yang menyeret nama Wakil Bupati Aceh Timur masih merupakan klaim sepihak dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada bukti yang dapat menguatkan tuduhan tersebut di luar pengakuan dalam video yang beredar.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar