Award Winners

Pengguna Tembus 1 M, Aplikasi Ini Mulai Saingi WhatsApp

Harian Reportase - Kamis, 3 April 2025
Pengguna Tembus 1 M, Aplikasi Ini Mulai Saingi WhatsApp
Foto Ilustrasi Aplikasi WhatsApp  
Penulis
|
Bagikan:

HARIANREPORTASE.com — Pengguna aplikasi Telegram kini melonjak tajam hingga tembus 1 Miliar pengguna, aplikasi ini mulai menjadi pesaing kuat WhatsApp.

Per juli 2024, pengguna aktif Telegram sudah lebih dari 950 juta pengguna.

Dilansir CNBC, Pengguna aplikasi Telegram semakin mendekati dominasi WhatsApp yang memiliki lebih dari 2 miliar pengguna hingga akhir 2023.

Didirikan oleh pengusaha Rusia yang kini berbasis di Dubai, Pavel Durov, Telegram dikenal karena komitmennya terhadap kebebasan berekspresi.

Durov pernah hengkang dari Rusia setelah menolak membungkam suara oposisi di platform VK, yang kemudian ia jual sebelum mendirikan Telegram.

Baca Juga:  Aku Begini Karena Guru

“Pengguna aktif bulanan kami akan tembus 1 miliar tahun ini. Pertumbuhan Telegram seperti “kebakaran hutan,”” ujar Durov mengutip kantor berita Reuters, Kamis (3/4/2025).

Telegram menarik minat pengguna global karena posisinya yang netral dan bebas intervensi pemerintah.

Bahkan saat mendapat tekanan dari berbagai negara untuk membatasi informasi, Telegram tetap berpegang pada prinsip kebebasan informasi.

Kendati begitu, Durov menyebut ancaman terhadap privasi pengguna justru lebih banyak datang dari raksasa teknologi seperti Apple dan Alphabet (induk Google).

Baca Juga:  Banda Aceh Gelar Tarhib Ramadhan sebagai Momentum Kolaborasi Menuju Kota yang Maju, Bermartabat, dan Tertib Syariat

Menurutnya, dua perusahaan itu bisa menyensor konten dan mengakses data di smartphone pengguna.

Telegram juga pernah jadi sorotan saat konflik Rusia-Ukraina meletus. Ini menjadi sumber informasi yang tak disaring, meski itu juga membuatnya rentan jadi wadah penyebaran disinformasi.

Durov menegaskan sistem enkripsi Telegram tetap aman meski pernah jadi sasaran upaya peretasan, termasuk dari FBI.

Ia mengklaim badan intelijen AS itu mencoba merekrut engineer Telegram untuk membuka akses “backdoor”, namun usaha tersebut gagal.

Baca Juga:  Konflik Timur Tengah: Menembus Kabut Sektarian, Menemukan Musuh Bersama

Kini, Telegram tak hanya jadi alternatif WhatsApp, tapi juga masuk jajaran platform digital global bersama Facebook, Instagram, TikTok, dan WeChat.

Bahkan, Telegram dikabarkan akan segera IPO di bursa AS setelah mulai meraup keuntungan.

Alasan Durov memilih Dubai sebagai markas Telegram pun cukup strategis. Ia menyebut Uni Emirat Arab sebagai negara yang netral dan aman untuk menjalankan perusahaan teknologi yang tidak berpihak secara geopolitik.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar