Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi akademik. Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Industri Pertanian dalam sebuah upacara akademik yang berlangsung di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pimpinan universitas, sivitas akademika, tamu undangan, serta keluarga besar Prof. Rahmat.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Rekayasa Industri Pertanian: Rahmat Bagi Seluruh Alam”, Prof. Rahmat menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Sebesar apa pun gelar dan riset kita, yang utama adalah seberapa besar manfaatnya bagi umat dan lingkungan,” tegasnya di hadapan hadirin.
Perjalanan Panjang, Capaian Gemilang
Prof. Rahmat juga membagikan kisah inspiratif tentang perjalanannya meraih gelar akademik.
Ia menyelesaikan sarjana dalam tujuh tahun, magister empat tahun, namun berhasil menuntaskan program doktoralnya di IPB University hanya dalam 2,5 tahun, disertai 15 publikasi ilmiah.
“Ini bukti bahwa keterlambatan bukanlah akhir. Yang penting adalah semangat untuk bangkit,” ujarnya memberi semangat kepada generasi muda.
Kritik Konstruktif untuk Agroindustri Aceh
Sebagai akademisi yang aktif di bidang rekayasa agroindustri, Prof. Rahmat secara kritis menyoroti lemahnya hilirisasi produk unggulan Aceh seperti kopi Gayo, yang sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah.
Ia menekankan pentingnya menambah nilai melalui inovasi dan teknologi.
Ia menawarkan pendekatan ilmiah berbasis multi-criteria decision making (MCDM) sebagai solusi sistematis untuk menyusun kebijakan strategis di sektor pertanian—mulai dari asuransi pertanian, pengolahan pangan, hingga desain kemasan produk lokal.
Dorong Sinergi Akademisi dan Pelaku Usaha
Sebagai Direktur Kewirausahaan dan Alumni USK, Prof. Rahmat menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem agribisnis nasional.
Ia bahkan menulis buku berjudul “Rekayasa Industri Pertanian dalam Perspektif Kewirausahaan” sebagai panduan membangun agribisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
Dedikasi untuk Keluarga dan Para Guru
Dalam suasana haru, Prof. Rahmat menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan para guru yang telah mendukung perjalanannya.
“Saya persembahkan capaian ini kepada orang tua, guru, istri, dan anak-anak saya. Semoga ini menjadi amal jariyah,” ucapnya dengan penuh haru.
Ilmu untuk Kemanusiaan dan Lingkungan
Pengukuhan Prof. Rahmat Fadhil menjadi Guru Besar bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi langkah nyata USK dalam mendorong peran akademisi sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan.
Sejalan dengan judul orasinya, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan ilmu yang “berdampak dan membumi”.
“Ilmu bukan untuk gelar semata, tapi harus jadi solusi atas masalah nyata,” tutupnya.
Selamat untuk Prof. Rahmat Fadhil. Semoga ilmunya terus menjadi rahmat bagi seluruh alam.