Award Winners

Aceh Diterpa 138 Bencana Sepanjang 2025, Kebakaran Permukiman Paling Tinggi

Harian Reportase - Senin, 16 Juni 2025
Aceh Diterpa 138 Bencana Sepanjang 2025, Kebakaran Permukiman Paling Tinggi
Foto Ilustrasi  
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com — Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat terjadi 138 bencana alam di Aceh selama periode Januari hingga Mei 2025.

Bencana-bencana tersebut mengakibatkan 10 korban jiwa dan kerugian diperkirakan mencapai 102 miliar rupiah. Kebakaran pemukiman menjadi bencana yang paling sering terjadi, dengan 59 kejadian yang membakar 184 rumah. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai 38 miliar rupiah.

Berikut Rincian jumlah kejadian bencana di Aceh selama periode  Januari-Mei Tahun 2025:

1. Kejadian : 138 kejadian bencana di Aceh sejak Januari hingga Mei;

2. Korban Jiwa : 10 orang Meninggal Dunia (akibat Kebakaran, banjir dan longsor);

3. Delapan orang Luka-luka dan 4.599 KK/10.313 jiwa terdampak bencana. Jumlah pengungsi sebanyak 272 orang serta 1.561 rumah terdampak;

Baca Juga:  Tingkatkan Peran Orang Tua dalam Mengatasi Judi Online

3. Banjir juga masih intens terjadi yakni sebanyak 31 kali berdampak pada 1.217 rumah dengan prakiraan kerugian 48 miliar rupiah;

4. Kebakaran Hutan dan Lahan terjadi 10 kali membakar 29 Hektar Lahan dengan prakiraan kerugian 4 miliar rupiah;

5. Longsor terjadi sebanyak 19 kali merusak 10 rumah warga dengan total kerugian yang dialami sebanyak 1.3 miliar rupiah;

6. Angin Puting Beliung terjadi 11 kali kejadian berdampak pada 90 rumah dan 3 sekolah dengan prakiraan kerugian mencapai 1.5 miliar rupiah;

7 . Gempa bumi terjadi 5 kali kejadian dengan magnitudo rata-rata Magnitudo 4,4-5,2 SR;

8. Abrasi terjadi hanya 2 kali berdampak 8 rumah rusak berat dan 50 rumah terendam milik 58 KK;

Baca Juga:  Polda Aceh dan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Aceh Tanda Tangan Perjanjian Kerja Sama

Semua bencana juga berdampak pada 8 sarana pendidikan dan 3 sarana ibadah. Berdampak pula pada 52 ruko (bangunan lainnya), 3 jembatan, 59 hektar lahan akibat kebakaran hutan dan lahan 20 hektar sawah akibat banjir dan longsor.

Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, SE.Ak.,M.Si mengimbau masyarakat agar menjaga alam, khususnya terkait Karhutla. Warga diminta tidak mengekploitasi hutan secara berlebihan tanpa memperhatikan fungsi hutan sebagai resapan air yang berguna mencegah banjir dan longsor juga Karhutla.

“Pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami imbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” sebut Nara.

Kedepan, BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam. Seluruh elemen masyarakat diharapkan merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya ‘bencana adalah urusan bersama’.

Baca Juga:  Polri Bongkar Penambangan Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 7 Tersangka Diamankan

“Kami terus berupaya agar BPBA bersama semua unsur Pemerintahan dan Masyarakat Aceh terus berupaya dalam peningkatan mitigasi bencana agar jumlah kejadian bencana dapat terus turun dari tahun ke tahun” ungkap Nara.

Dalam upaya pengurangan risiko bencana Nara juga berharap nantinya terwujudnya sebuah langkah pemberdayaan masyarakat yang akan berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat/komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh nantinya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar