Award Winners

Dewan Dakwah Aceh Tamiang Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Harian Reportase - Jumat, 28 Agustus 2026
Dewan Dakwah Aceh Tamiang Periode 2026–2031 Resmi Dilantik
Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Prof Dr Muhammad AR, M.Ed sedang melantik Pengurus Dewan Dakwah Aceh Tamiang periode 2026-2031 di Aula Masjid Istiqamah, Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (27/8/2026).  
Penulis
|
Bagikan:

Aceh Tamiang, HARIANREPORTASE.com — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026–2031.

Pelantikan pengurus dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Aula Masjid Istiqamah, Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepengurusan Dewan Dakwah Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031 dipimpin oleh Muhammad Dahlan, M.Kom.I sebagai Ketua Umum. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh, Prof. Dr. Muhammad AR, M.Ed.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Dakwah, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), perwakilan Majelis Adat, Baitul Mal, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kabupaten Aceh Tamiang, Pengurus Daerah Dewan Dakwah Kota Langsa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Dahlan, M.Kom.I, menyampaikan bahwa potensi pelaku dakwah di Aceh Tamiang selama ini telah yang cukup banyak.

Namun, menurutnya, hal tersebut masih perlu diorganisir dan dikelola secara lebih baik agar memiliki kekuatan dan dampak yang lebih luas di tengah masyarakat sebagaimana kata Ali bin Abi Thalib Alhaqqu bila Nizhamin yaghlibuhul Baathilu binizhamin yang artinya kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

Baca Juga:  Tazkirah Menyongsong Muktamar PPP: Uang Bukan Segalanya, Politik Adalah Opini dan Perlawanan terhadap Gerombolan Pengikut Syaitan

Ia menilai bahwa berbagai persoalan sosial dan kemaksiatan dapat berkembang ketika dilakukan secara terstruktur dan terorganisir. Karena itu, gerakan dakwah juga harus dibangun dengan pengorganisasian yang kuat serta didukung oleh kesungguhan seluruh pengurus.

“Dakwah di Tamiang sangat banyak, tetapi belum terorganisir dengan baik. Karena itu, kita membutuhkan pengorbanan dari seluruh pengurus, baik waktu, tenaga, maupun harta, untuk bersama-sama memperjuangkan dakwah melalui organisasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus DDII untuk terus meningkatkan peran dakwah di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun kembali akhlak dan moral generasi serta masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk bersama-sama menggerakkan masyarakat agar lebih aktif melaksanakan salat berjamaah di masjid.

Menurutnya, masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan umat dan tempat membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Aceh Tamiang juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh atas kerja sama dan kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh Tamiang, khususnya dalam membantu serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir pada musibah sebelumnya.

Baca Juga:  Beasiswa LPDP 2023 Dibuka, Berikut Syarat dan Jadwalnya

Dalam amanatnya, Ketua DDII Provinsi Aceh, Prof. Dr. Muhammad AR, M.Ed., menekankan pentingnya melibatkan perempuan dalam gerakan dakwah. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan dakwah, sebagaimana yang telah dicontohkan dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW.

“Libatkan perempuan dalam dakwah. Kalau perempuan tidak dilibatkan, dakwah tidak akan berjalan dengan baik. Kita dapat melihat bagaimana peran Khadijah dalam mendukung dakwah Rasulullah. Tanpa dukungan beliau, termasuk dukungan hartanya, tentu perjuangan dakwah akan menghadapi tantangan yang sangat berat,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar gerakan dakwah tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus terus menjangkau masyarakat hingga ke pelosok-pelosok daerah.

“Terus tebarkan dakwah sampai ke pelosok-pelosok. Selama cahaya matahari masih sampai ke daerah tersebut, maka kita harus terus bergerak menyampaikan dakwah ketempat itu,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak tertinggal dalam membangun kekuatan dakwah dan pembinaan masyarakat. Karena itu, diperlukan kerja keras, kesungguhan, dan strategi dakwah yang terorganisir agar nilai-nilai Islam semakin kuat di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kemenag Buka Seleksi Pengabdian Terbaik 2022, Berikut Juknisnya!

Lebih lanjut, Prof. Dr. Muhammad AR menegaskan bahwa perjuangan dakwah memang bukan perkara mudah. Namun, ia mengajak seluruh pengurus untuk tidak mudah menyerah dan senantiasa meyakini pertolongan Allah SWT.

“Dakwah memang berat. Namun, jika kita menolong agama Allah, yakinlah Allah juga akan menolong kita,” pesannya.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan bagi seluruh pengurus DDII Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam sesi tersebut, disampaikan pula penjelasan mengenai profil, visi, misi, serta peran dan fungsi Dewan Dakwah dalam membangun gerakan dakwah yang terarah dan terorganisir.

Pembinaan dan pemaparan profil Dewan Dakwah disampaikan oleh Ketua DDII Provinsi Aceh, Sekretaris Majelis Syura, serta Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Langsa Periode sebelumnya Prof. Dr. Iskandar Budiman, MCL.

Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2031, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, ulama, ormas Islam, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kehidupan umat yang lebih religius, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar