Jakarta, HARIANREPORTASE.com — Kegiatan Seminar dan Lokakarya Penguatan Moderasi Beragama Bersama Perguruan Tinggi dengan tema “Membangun Ekosistem Moderasi Beragama di Pendidikan Tinggi” telah sukses dilaksanakan di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta.
Kegiatan nasional itu dihadiri lebih dari 55 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 63 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), 18 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan 10 Lembaga Pendidikan Vokasi, dan 9 LLDikti, yang merupapakn kampus binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), serta kementerian atau lembaga lainnya.
Berkumpulnya para rektor dan perwakilan perguruan tinggi diharapkan munculnya kesepahaman tentang moderasi beragama serta merumuskan strategi yang tepat untuk diterapkan di kampus dengan berbagai karakteristik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 s.d. 19 Juli 2024 dengan berbagai rangkaian kegiatan acara yang meliputi sesi pemaparan materi, diskusi pendalaman dan siding pleno.
Acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk meningkatkan penguatan moderasi di lingkungan perguruan tinggi sebagai bentuk dari kolaborasi.
Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat kesempatan sebagai salah satu narasumber pada sesi Praktik dan Inovasi Baik Implementasi Moderasi Beragama di Pendidikan Tinggi pada kegiatan Seminar dan Lokakarya Kemenag tahun 2024 ini.
Hadir mewakili Rektor USK dalam kesempatan tersebut adalah Ketua Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI) USK, dr. Hendra Kurniawan, M.Sc, Sp.P (K) yang berbicara terkait program pendidikan karakter di USK sebagai program inovatif yang berjalan selama ini.
“Bukan hanya UP3AI, praktik pelaksanaan kegiatan karakter juga didukung dengan kegiatan kegiatan bersama mahasiswa seperti asrama mahasiswa dan Rumah Amal Mesjid Kampus USK,” terang Hendra yang juga merupakan Dosen Fakultas Kedokteran USK itu.
Dalam sesi tersebut, diperkenalkan lebih dalam tentang sejarah USK sebagai “jantong hatee rakyat aceh” yang telah berdiri sejak 2 September 1961 yang kini telah mendidik anak Aceh, luar Aceh bahkan mahasiswa internasional.
Dengan kearifan lokal nya sebagai daerah syariat Islam, USK menampilkan kehidupan beragama yang Rahmatan lil alamin dan indah serta nyaman bagi siapa saja yang ingin mengenyam pendidikan di USK.
Bagi mahasiswa non Islam akan mendapat pembekalan keagamaan sesuai dengan agamanya, yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan UP3AI USK.
“UP3AI sebagai bagian dari mata kuliah Pendidikan Agama Islam memberikan program pendidikan Al-Quran, dasar keislaman serta materi tambahan dengan Subuh Education serta kuliah umum. Mahasiswa dengan berbagai latar belakang mendapatkan kesempatan untuk belajar nilai keislaman dan memahami karakter yang baik,” ujar Hendra yang merupakan dokter spesialis paru dan sehari-hari berpraktek di Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda.
Selanjutnya Hendra juga menyampaikan bahwa pentingnya para lulusan memiliki karakter yang baik ketika mengamalkan ilmu yang didapat selama di perguruan tinggi.
“USK memiliki nilai ke USK-an, Dimana nilai nilai tersebut menjadi ciri dan harapan yang hendaknya dimiliki oleh lulusan USK. Jika karakter ini dapat kita tanamkan dengan baik pada mahasiswa, InsyaAllah akan tercapai akhlak yang baik pula.” ungkap Hendra
Hendra menambahkan bahwa dengan menanamkan karakter yang bagus, masa depan para mahasiswa akan lebih cerah dan sukses.
“Dengan karakter yang bagus, tahapan perjalanan mahasiswa ke depan juga akan lebih baik dan lancar. Upaya ini tentunya membutuhkan dukungan, iklim dan kerjasama yang sangat baik oleh semua pihak” tutupnya.
Kegiatan berjalan dengan sangat baik disambut secara antusias oleh para peserta, berbagai pejabat hadir, termasuk Sekjen Kemenag, Irjen Kemenag, Kepala BPJPH, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Buddha, Tenaga Ahli Menteri Agama Gus Syaltout, staf khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi, Wibowo Prasetyo, dan Tenaga Ahli Menteri Agama Hasan Basri Sagala.
“Para pendiri bangsa menitipkan pesan kepada kita semua untuk senantiasa menjaga keragaman ini dengan semangat kebersamaan, moderasi, dan toleransi,” ujar Menteri Nadiem saat memberikan pidato kunci melalui tayangan video pada acara Seminar dan Lokakarya Penguatan Moderasi Beragama Bersama Perguruan Tinggi di Jakarta tersebut.