Bener Meriah, Harian Reportase – Upaya membuka kembali akses telekomunikasi di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, membuahkan hasil. Dua unit perangkat Starlink yang disiapkan ARM HA-IPB akhirnya berhasil tiba di wilayah tersebut setelah menempuh perjalanan darat penuh tantangan dari Medan, Sumatera Utara.
Perangkat Starlink yang dikemas dalam lima koli dengan berat masing-masing sekitar 20–30 kilogram awalnya direncanakan diangkut melalui jalur udara dari Medan ke Bandara Rembele, Bener Meriah. Namun, padatnya jadwal pengiriman bantuan menyebabkan pengangkutan tertunda selama tiga hari. Pemerintah memprioritaskan pengiriman logistik pangan bagi korban banjir.
Menghadapi kondisi tersebut, tim ARM HA-IPB bersama DPD HA IPB Aceh mengambil inisiatif untuk menempuh jalur darat. Perangkat bantuan diangkut menggunakan mobil sewa dari Medan melalui rute Langsa (Aceh Timur) dan Lhokseumawe (Aceh Utara), dua wilayah yang juga terdampak banjir, sebelum bergerak ke selatan melintasi kawasan Gunung Salak dan akhirnya menembus Desa Kem, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
Tim relawan dari Medan berangkat pada Sabtu dini hari (13/2) sekitar pukul 02.00 WIB dan menempuh perjalanan lebih dari 12 jam menuju titik pertemuan. Sementara itu, Kang Ikhwan—alumni D3 MAMP, Fateta IPB angkatan 37—bersama tim DPD HA IPB Aceh dan BPBD bergerak dari arah kota menuju Desa Kem. Kendaraan hanya dapat mencapai Desa Buntul Putri; selebihnya, tim harus berjalan kaki selama lebih dari tiga jam melewati medan ekstrem.
Pertemuan kedua tim terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Proses serah terima barang berlangsung singkat, namun perjuangan belum usai. Karena beratnya medan, hanya dua koli yang dapat dibawa kembali oleh tim penjemput dengan bantuan porter. Di tengah perjalanan, kabut tebal mulai turun, meningkatkan risiko hujan dan longsor. Tim mempercepat langkah hingga akhirnya tiba kembali di Desa Buntul Putri pada malam hari.
Sisa tiga koli perangkat Starlink kemudian berhasil dibawa porter dari Desa Kem pada Minggu pagi, tetap dengan berjalan kaki karena akses kendaraan masih tertutup. Seluruh paket bantuan direncanakan dibawa ke Posko BNPB di Bener Meriah pada Senin untuk mendukung operasional posko darurat, sebelum diserahterimakan kepada rumah sakit setempat pada Selasa guna menunjang layanan medis di wilayah terdampak.
ARM HA-IPB menyampaikan bahwa perjuangan para relawan dilakukan dengan penuh keikhlasan demi menunaikan amanah para alumni IPB yang telah menitipkan bantuan. Pihaknya memastikan akan memberikan pembaruan informasi setelah unit Starlink tersebut resmi dioperasikan untuk mendukung komunikasi dan penanganan darurat di Bener Meriah.