Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com — Kehadiran Tim Relawan Kesehatan Muhammadiyah mendapat sambutan hangat dari warga terdampak banjir, khususnya masyarakat di Kecamatan Indra Makmu dan Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Di tengah kondisi pascabanjir yang masih memprihatinkan, kehadiran relawan menjadi harapan baru bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Belum genap sepekan berada di lokasi, tim relawan yang terdiri dari dokter spesialis kulit, dokter umum, serta tenaga psikososial telah aktif memberikan pelayanan kesehatan fisik luar dan dalam, sekaligus pendampingan kesehatan mental bagi warga di dua kecamatan yang tergolong parah terdampak bencana banjir tersebut.
Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mendirikan posko layanan kesehatan darurat yang selalu siaga melayani masyarakat. Berbagai bantuan diberikan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemberian vitamin dan obat-obatan, hingga dukungan psikososial. Bahkan, para relawan kerap menjadi pendengar setia bagi warga yang mencurahkan kepenatan dan kegelisahan akibat bencana.
Sekretaris Pos Koordinasi Daerah (PosKorDa) sekaligus pendamping tim relawan dari PDM Aceh Timur, M. Rasyid Rhida, menyampaikan bahwa kehadiran tim medis sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Berdasarkan pantauan di lapangan, para lansia dan ibu menyusui sangat senang dan mengucapkan terima kasih atas hadirnya relawan yang bahu-membahu memberikan layanan kesehatan secara profesional, baik, dan gratis. Bahkan, beberapa ibu menyampaikan harapan agar dapat didatangkan dokter spesialis anak,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu anggota tim relawan kesehatan, dr. Rizky. Ia menuturkan bahwa meskipun infrastruktur di sejumlah wilayah rusak parah akibat banjir, warga tetap menunjukkan sikap ramah dan penuh kehangatan.
“Dalam kondisi infrastruktur yang hancur parah, warga masih menyambut kami dengan baik dan ramah. Ini menjadi penyemangat tersendiri bagi kami para relawan,” ujarnya.
Tim relawan kesehatan Muhammadiyah juga menjangkau desa-desa pelosok yang terdampak cukup parah, seperti Desa Pelalu, Sahraja, dan Sijudo. Dengan keterbatasan akses dan medan yang sulit, para relawan tetap berupaya memastikan layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga terdampak.
Kehadiran relawan kesehatan Muhammadiyah diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi kesehatan masyarakat pascabanjir sekaligus meringankan beban psikologis warga yang terdampak bencana.