Award Winners

Rumah Sakit Terakhir di Gaza Tak Lagi Beroperasi Pasca Serangan Israel

Harian Reportase - Sabtu, 17 Mei 2025
Rumah Sakit Terakhir di Gaza Tak Lagi Beroperasi Pasca Serangan Israel
Gaza Semakin Memburuk  
Penulis
|
Bagikan:

HARIANREPORTASE.com – Satu Satunya Rumah Sakit yang masih beroperasi di Gaza terpaksa ditutup akibat mengalami kerusakan parah paska serangan Israel.

Menurut laporan tim penyelamat Palestina, Serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Kamis (15/5/2025) tersebut telah menewaskan sedikitnya 120 orang.

Kondisi kemanusiaan di wilayah yang diblokade tersebut semakin memburuk.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, rumah sakit yang menyediakan layanan khusus pasien jantung dan kanker di Gaza kini tidak bisa beroperasi lagi.

Fasilitas tersebut rusak akibat serangan Israel pada Selasa (13/5/2025) dan saat ini tidak dapat diakses oleh pasien maupun tenaga medis.

“Kami berdoa agar perang ini segera berakhir, dan kami mengimbau semua lembaga internasional untuk mengakhiri perang karena sudah cukup,” kata Maher Ghanem, seorang warga Gaza yang terluka dalam serangan di daerah Deir al-Balah.

Baca Juga:  Gubernur Aceh dan Baitul Mal Aceh Raih Tiga Penghargaan pada BAZNAS 2025

Rekaman video dari AFPTV menunjukkan kehancuran total di sejumlah kawasan Gaza. Bangunan-bangunan rata dengan tanah, dengan puing-puing berserakan akibat serangan Israel yang terus membabi buta.

Bantuan kemanusiaan masih terhenti

Distribusi bantuan ke Gaza sudah terhenti total sejak 2 Maret lalu, hingga kini, upaya pengiriman bantuan masih terhambat.

Krisis Obat Obatan

Melansir Republika, Organisasi medis internasional Doctors Without Borders aka MSF, menyebut Zionis Israel sengaja menciptakan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

MSF melaporkan tim mereka di Gaza tidak menerima pasokan medis selama 11 pekan terakhir. Saat ini menghadapi kekurangan bahan dasar yang sangat kritis seperti kasa dan sarung tangan steril.

Baca Juga:  Diperlukan Perencanaan Keuangan Keluarga Sejak Dini

Organisasi itu menyoroti peningkatan 32 persen pasien yang mengalami malnutrisi selama dua pekan terakhir, berdasarkan temuan tim medis lapangan mereka.

Dalam pernyataan resminya, Kamis (15/5/2025), MSF memperingatkan bahwa “kondisi yang ada saat ini mengarah pada pemusnahan warga Palestina di Gaza.”

Pernyataan yang dipublikasikan di situs web resminya, juga menyebut wilayah Gaza sebagai “neraka di bumi bagi rakyat Palestina.”

“Fasilitas kesehatan yang masih beroperasi, yang sudah sangat kekurangan kapasitas dan tenaga medis, terus menjadi sasaran serangan,” kata MSF. Fasilitas itu juga semakin kehabisan obat-obatan dan pasokan penting lain.

Krisis Air Bersih

Melansir Days of Palestine, Kementerian Kesehatan Gaza telah mengeluarkan peringatan keras tentang krisis air yang makin memburuk di wilayah Palestina yang terkepung.

Baca Juga:  Pansus DPR Temukan 3.500 Calon Haji Berangkat Tanpa Antre

Kemenkes Gaza mengungkap bahwa 90 persen keluarga menderita kekurangan air yang parah, sementara lebih dari seperempat sampel air yang diuji terkontaminasi.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, kementerian mengatakan kontaminasi yang meluas berkontribusi terhadap lonjakan penyakit yang ditularkan melalui air di antara populasi.

Krisis ini diperburuk meningkatnya suhu panas di musim panas, yang telah meningkatkan kebutuhan akan air minum yang aman.

Khususnya di kamp-kamp pengungsian yang penuh sesak, yang kondisinya digambarkan sebagai bencana.

Menurut kementerian, perang dan kerusakan yang sedang berlangsung telah membuat hampir semua infrastruktur air utama tidak dapat beroperasi.

Lebih dari 90 persen pabrik desalinasi Gaza dan 80 persen fasilitas pengolahan air limbahnya kini tidak dapat beroperasi sama sekali.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar