Award Winners

Dosen IAIN Langsa Ikuti Forum Ulama Dunia Bahas Politik Islam di Sumatera Selatan

Harian Reportase - Rabu, 25 Juni 2025
Dosen IAIN Langsa Ikuti Forum Ulama Dunia Bahas Politik Islam di Sumatera Selatan
Mudzakarah Ahlul Halli Wal ‘Aqdi ke-8, yang berlangsung pada 24–25 Juni 2025 di Banyuasin, Sumatera Selatan.  Harian Reportase
Penulis
|
Bagikan:

Langsa, HARIANREPORTASE.com – Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Afrizal Refo, MA turut ambil bagian dalam forum internasional bergengsi Mudzakarah Ahlul Halli Wal ‘Aqdi ke-8, yang berlangsung pada 24–25 Juni 2025 di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Forum ini diikuti puluhan ulama, akademisi, dan pemikir Islam dari dalam dan luar negeri.

Acara tahun ini mengusung tema besar: “Komprehensif Syariah dalam Mengelola Politik Dunia”, yang membahas bagaimana prinsip-prinsip syariah Islam dapat menjadi panduan etis dalam tata kelola politik global yang adil dan bermartabat.

Pertemuan Intelektual Dunia Islam
Mudzakarah ini menjadi ajang penting untuk menyatukan pandangan para cendekiawan Islam mengenai peran syariah dalam menghadapi krisis nilai, ketidakadilan global, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam forum ini, para pemateri menyampaikan bahwa syariah tidak sekadar hukum ibadah, tetapi mencakup sistem nilai yang menyeluruh – mulai dari keadilan sosial, kemaslahatan umum, hingga prinsip akuntabilitas dalam pemerintahan.

Baca Juga:  Sepanjang 2025, 655 Nyawa Melayang, Dirlantas Polda Aceh Serukan Aksi Bersama Cegah Laka Lantas

Topik Kritis dan Narasumber Terkemuka
Pada hari pertama, Mudzakarah dibuka dengan bahasan menarik:
“Minhaj Al-Qur’an Atas Sistem Politik Ala Plato”,
yang disampaikan oleh:

Prof. KH. Sirajuddin Syamsuddin (tokoh nasional dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), dan

Ustadz Rizal Yandi, S.H (Ketua VI Ahlul Halli Wal ‘Aqdi).

Keduanya mengulas bahwa Islam menawarkan sistem politik yang lebih membumi dan etis dibandingkan konsep-konsep filsafat politik Barat.

Sementara itu, tema hari kedua adalah:
“Keberlakuan Hukum Islam atas Seluruh Umat Manusia”,
yang dibawakan oleh:

Prof. Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, Guru Besar Fikih Siyasah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan

Prof. Dr. H. Cartono, Guru Besar Pendidikan Biologi Universitas Pasundan.

Baca Juga:  Menpan RB Minta Pemerintah Siapkan Anggaran Untuk Tenaga Honorer

Mereka menegaskan bahwa hukum Islam bersifat universal dan relevan bagi seluruh umat manusia, selama pendekatannya kontekstual dan berpijak pada maqashid syariah (tujuan utama syariah): menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.

Dosen IAIN Langsa Angkat Suara

Dosen IAIN Langsa, Afrizal Refo, MA, menyatakan bahwa forum ini sangat penting di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Politik dalam Islam bukan hanya soal kekuasaan, tapi soal amanah, keadilan, dan perlindungan hak masyarakat. Syariah harus dipahami sebagai kerangka moral, bukan sekadar aturan hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan, forum ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk menyuarakan peran Islam sebagai agama rahmat yang membawa solusi bagi krisis etika global.

“Syariah Islam adalah sistem nilai yang bisa mengarahkan politik dunia menjadi lebih adil dan bermartabat,” tambahnya.

Baca Juga:  Tekan Lakalantas, Satlantas Polres Aceh Timur Pasang Water Barrier di Simpang Empat Peureulak

Syariah dalam Konteks Global

Diskusi dalam forum ini juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam demokrasi modern. Para ulama menekankan bahwa politik Islam harus menjadi sarana membangun kesejahteraan umat, bukan alat perebutan kekuasaan semata.

Isu-isu seperti korupsi, manipulasi hukum, eksploitasi ekonomi, dan fanatisme politik juga dikritisi sebagai praktik yang bertentangan dengan nilai Islam.

Penutup

Menyatukan Langkah Dunia Islam
Mudzakarah ini ditutup dengan harapan besar agar umat Islam di seluruh dunia terus berkontribusi dalam merumuskan sistem politik global yang etis, adil, dan berbasis nilai-nilai syariah.

Forum ini menjadi bukti bahwa Islam memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan zaman, melalui pendekatan yang inklusif, solutif, dan membawa peradaban ke arah yang lebih baik.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar