Lhokseumawe, HARIANREPORTASE.com — Baitul Mal Kota Lhokseumawe, menyediakan bantuan dana Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per hari untuk pendamping warga sakit yang dirawat inap di rumah sakit.
Uang ini dihitung untuk biaya makan pendamping warga sakit di rumah sakit.
Kebijakan itu juga telah disetujui oleh Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar.
Dilansir dari Kompas.com, Komisioner Baitul Mal Lhokseumawe, Sirajul Munir, Sabtu (10/5/2025) menyebutkan bahwa lembaga tersebut merencanakan mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk program tersebut dalam tahun 2025 ini.
“Petunjuk teknisnya sedang disusun. Direncanakan pertengahan Mei 2025 ini sudah bisa dieksekusi. Program ini bisa meringankan beban masyarakat miskin yang keluarganya sakit,” ungkap Munir
Munir menyebutkan, syarat pengajuan berupa surat keterangan dari rumah sakit, surat tidak mampu dari kepala desa, dan khusus untuk patah tulang harus melampirkan hasil rontgen.
“Dalam petunjuk teknis yang sedang digodok, uang itu diberikan per hari dikalikan maksimal lima hari. Namun, petunjuk teknis masih dalam penyusunan dan segera disahkan,” sebutnya.
Dia menambahkan, lembaganya berkomitmen mendukung program membantu masyarakat miskin sesuai visi Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar.
“Kami targetkan bisa merealisasikan secepatnya. Kami juga mengimbau pengusaha dan badan di Lhokseumawe untuk menyerahkan zakat, infak, dan sedekahnya di Baitul Mal agar semakin banyak warga yang bisa kami bantu,” pungkasnya.
Klw penyakit kronis dan patah tulang saja bagaimana dgn penyakit lain seperti tipes,DBD dan penyakit yg perlu di bedah