Jakarta, HARIANREPORTASE.com – Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2025.
Meski sempat mengalami sedikit penurunan, angka pengangguran Indonesia tetap lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.
Menurut data dari Trading Economics, tingkat pengangguran Indonesia per Maret 2025 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka ini turun tipis dari sebelumnya yang mencapai 4,91 persen, namun belum cukup untuk menggeser posisi Indonesia dari peringkat pertama.
Berikut perbandingan tingkat pengangguran di negara-negara ASEAN:
Indonesia: 4,76%
Brunei Darussalam: 4,7%
Filipina: 3,7%
Malaysia: 3%
Myanmar: 3%
Vietnam: 2,24%
Singapura: 2,1%
Timor Leste: 1,6%
Laos: 1,2%
Thailand: 0,89%
Kamboja: 0,27%
Tingginya angka pengangguran di Indonesia sejalan dengan besarnya jumlah penduduk. Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penduduk Indonesia mencapai 285 juta jiwa, terbesar di ASEAN.
Sebagai perbandingan, Filipina yang juga masuk lima besar memiliki 115,8 juta penduduk, dan Vietnam dengan 101 juta jiwa justru memiliki tingkat pengangguran jauh lebih rendah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2025 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang, atau setara dengan 4,76 persen dari total 153,05 juta angkatan kerja.
Jumlah pengangguran ini naik sekitar 83 ribu orang dibandingkan Februari tahun sebelumnya. Penyebab kenaikan ini antara lain adalah masuknya lulusan baru dari sekolah dan perguruan tinggi ke pasar kerja, serta semakin banyaknya ibu rumah tangga yang kembali mencari pekerjaan.
“Sebanyak 7,28 juta orang atau 4,76 persen dari total angkatan kerja pada Februari 2025 merupakan pengangguran,” ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dikutip dari kompas.com.
Tingginya tingkat pengangguran menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Dibutuhkan kebijakan dan strategi yang tepat untuk membuka lebih banyak lapangan kerja, terutama bagi generasi muda dan lulusan baru. Tanpa itu, angka pengangguran bisa terus meningkat dan menjadi beban sosial yang lebih besar di masa mendatang.