Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com – Lembaga Kajian, Pelatihan, Pengabdian dan Publikasi Aceh (LKP3A) terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya daerah melalui kegiatan pelatihan bertajuk “Anyaman Seulanga: Menghidupkan Kembali Kriya Tradisional Perempuan Aceh Timur”.
Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Matang Gleum, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Oktober 2025.
Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga dan remaja putri yang telah menyelesaikan pendidikan formal namun belum memiliki pekerjaan tetap.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali keterampilan menganyam tikar pandan, sebuah tradisi kriya khas Aceh yang kini mulai jarang dijumpai.
Ketua LKP3A, Muhammad Jamil, SE., M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Provinsi Aceh atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini melalui Program Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK).
“Pelatihan ini bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. Kami berharap keterampilan ini bisa menjadi sumber penghasilan baru yang mendukung ekonomi keluarga,” ujar Jamil, Senin (20/10/2025).
Berbagai produk kreatif berhasil dihasilkan selama pelatihan, seperti tikar duk, tikar panjang, sandal pandan, hingga kotak tisu berbahan dasar pandan.
Semangat para peserta terlihat dari antusiasme mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat belajar dan berkarya.
Menariknya, hasil karya para peserta akan dipamerkan dalam ajang Gebyar Budaya Aceh Timur yang akan berlangsung pada 22–23 Oktober 2025 mendatang.
Ajang ini diharapkan menjadi panggung promosi kriya lokal dan sekaligus memberikan peluang pasar bagi para perajin pemula.
Dengan mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Melalui Seni Kriya”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan di pedesaan.