Award Winners

Menjaga Warisan Perjuangan Tgk. Hasan di Tiro: Momentum Bersatu Menyambut Revisi UUPA

Harian Reportase - Rabu, 4 Juni 2025
Menjaga Warisan Perjuangan Tgk. Hasan di Tiro: Momentum Bersatu Menyambut Revisi UUPA
Foto: Ilustrasi. (Dokumen Istimewa).  
|
Bagikan:

Peringatan Haul Wali Nanggroe Tgk. Hasan di Tiro adalah momen untuk memperkuat persatuan rakyat Aceh, apalagi menjelang pembahasan revisi UUPA.


Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Peringatan Haul Wali Nanggroe Tgk. Hasan di Tiro yang jatuh pada 3 Juni 2025 menjadi momen penting yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan rakyat Aceh, khususnya menjelang pembahasan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) oleh DPR RI.

Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik Aceh (Lemkaspa) Cabang Aceh Timur, Sanusi Madli, menegaskan bahwa UUPA bukanlah undang-undang biasa. Undang-undang ini merupakan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar rakyat Aceh yang dipelopori oleh Tgk. Hasan di Tiro sejak tahun 1976.

Baca Juga:  FAKSI Ajak LSM dan Wartawan Investigasi Gas Beracun

“UUPA lahir dari darah dan air mata. Ribuan nyawa melayang, banyak anak-anak jadi yatim, para istri kehilangan suami mereka. Maka revisi UUPA jangan sampai justru menghilangkan semangat perjuangan itu,” ujar mantan Penasihat Khusus Gubernur Aceh ini.

Saat ini, draf revisi UUPA telah diserahkan ke DPR RI untuk dibahas. Namun banyak pihak khawatir isi revisi tersebut tidak lagi mencerminkan aspirasi rakyat Aceh. Apalagi, beberapa pasal penting dalam UUPA sebelumnya telah dihapus atau dilemahkan.

Baca Juga:  Kepala Daerah Lebih Hemat Dipilih DPRD Daripada Pilsung

Yang lebih memprihatinkan, kata Sanusi, adalah sikap elite politik Aceh yang dinilai lebih sibuk mengurusi kepentingan pribadi dan kelompok, ketimbang memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh.

“Jangan sampai perjuangan untuk Aceh hanya jadi slogan kampanye. Ini saatnya para pemimpin Aceh bersatu, duduk bersama, dan menyusun langkah nyata. Bukan hanya bicara di media, tapi betul-betul bekerja seperti yang dulu dilakukan oleh Tgk. Hasan di Tiro,” katanya.

Baca Juga:  Balmon SFR Banda Aceh Gelar Forum Konsultasi Publik untuk Perkuat Pelayanan Spektrum Frekuensi

Ia mengingatkan bahwa jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan serius, maka generasi mendatang akan menanggung akibatnya. Mereka akan mewarisi sejarah kelam karena kelalaian dan perpecahan para pemimpinnya hari ini.

“Sudah saatnya kita sapue keun, sapue pakat. Bukan hanya seremoni, tapi aksi nyata demi masa depan Aceh,” tutup Sanusi.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar