Award Winners

Sambut Sumpah Pemuda, Duta Pemuda Aceh Perkenalkan Praktik Baik SAPHYRA GEN-A di Forum Nasional

Harian Reportase - Selasa, 3 November 2026
Sambut Sumpah Pemuda, Duta Pemuda Aceh Perkenalkan Praktik Baik SAPHYRA GEN-A di Forum Nasional
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Jakarta, Harian Reportase –  Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai sebagai persatuan, tetapi juga sebagai dorongan bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan bangsa. Salah satunya melalui kepedulian terhadap kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Semangat tersebut tercermin dalam partisipasi delegasi Aceh pada Wirasena Youth Camp 2026 dan Indonesia Youth Summit 2026 melalui pengenalan praktik baik SAPHYRA (Save Planetary Health Youth Ranger), sebuah inisiatif yang dikembangkan dan dijalankan oleh Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A).

Sarah Salsabil, salah satu Duta Pemuda Aceh 2026, memperkenalkan SAPHYRA sebagai praktik baik kepemudaan yang mengintegrasikan edukasi lingkungan, kesehatan mental, dan partisipasi aktif pemuda dalam menjaga kesehatan bumi. Pengalaman dan praktik yang dijalankan GEN-A melalui program ini menjadi inspirasi bagi Sarah untuk membawa isu planetary health ke ruang diskusi kepemudaan nasional.

SAPHYRA berangkat dari pemahaman bahwa kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan. Bencana, kerusakan ekosistem, perubahan iklim, serta ketidakpastian masa depan lingkungan dapat menimbulkan tekanan psikologis, termasuk kecemasan terhadap kondisi lingkungan atau yang dikenal sebagai eco-anxiety. Anak dan remaja menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena mereka turut menghadapi konsekuensi perubahan lingkungan dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Lantik Pejabat Struktural Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Permudah Urusan Masyarakat dalam Pelayanan Pertanahan

Melalui SAPHYRA, GEN-A mengintegrasikan edukasi lingkungan, peningkatan kesadaran kesehatan mental, dukungan psikososial, serta aksi konservasi dengan melibatkan generasi muda. Pendekatan ini mendorong pemuda memahami keterkaitan antara kesehatan manusia, lingkungan, dan keberlanjutan ekosistem melalui perspektif planetary health.

Sarah Salsabil menyampaikan bahwa isu kesehatan mental dan lingkungan perlu dipahami sebagai dua persoalan yang saling berkaitan.
“Bagi saya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan menanam pohon atau menjaga kebersihan. Kita juga perlu memperhatikan bagaimana perubahan lingkungan memengaruhi kehidupan dan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Melalui SAPHYRA, saya ingin mendorong pemuda menjadi bagian dari solusi, bukan hanya dengan melakukan aksi lingkungan, tetapi juga membangun ruang yang mendukung kesehatan mental dan ketangguhan komunitas,” ujar Sarah.

Baca Juga:  Wakapolres Aceh Timur, Kabagren, Kasat Lantas dan Kapolsek Diganti

*SAPHYRA: Praktik Baik GEN-A dalam Mendorong Aksi Pemuda*
SAPHYRA menunjukkan bagaimana isu lingkungan dapat dihubungkan dengan kesehatan mental dan ketahanan komunitas melalui keterlibatan pemuda. Remaja tidak hanya ditempatkan sebagai penerima edukasi, tetapi juga dilibatkan dalam mengenali persoalan, merancang kegiatan, dan melaksanakan aksi di lingkungannya.
Bagi GEN-A, integrasi ketiga isu tersebut penting karena tantangan lingkungan dan kebencanaan memiliki dimensi kesehatan yang lebih luas. Upaya membangun masyarakat tangguh perlu memperhatikan tidak hanya kesiapsiagaan fisik, tetapi juga kapasitas psikologis dan dukungan sosial, terutama bagi kelompok anak dan remaja.
Keikutsertaan Sarah dalam forum kepemudaan nasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman dan praktik baik yang telah dijalankan GEN-A, memperluas perspektif mengenai planetary health, serta membuka peluang kolaborasi dengan komunitas dan organisasi dari berbagai daerah.

*Pemuda Aceh Membawa Gagasan ke Tingkat Nasional*
Selain Sarah Salsabil, delegasi Aceh dalam kegiatan tersebut terdiri atas Humaira Hasmi, Arbi Riyansyah, dan Maulana Habib. Keempatnya mengikuti Wirasena Youth Camp pada 21–28 Oktober 2026, kemudian melanjutkan partisipasi dalam Indonesia Youth Summit pada 29–30 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Para delegasi menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh atas dukungan terhadap keterlibatan pemuda Aceh dalam ruang pengembangan kepemudaan nasional. Pengalaman dan gagasan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui Post-Program Activity (PPA), sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra di Aceh.

Baca Juga:  Senator Fadhil Rahmi Dikabarkan Jadi Cawagub Dampingi Bustami

Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa generasi muda perlu terus diberikan ruang untuk berinovasi, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi bagi tantangan di sekitarnya. Melalui praktik baik SAPHYRA, GEN-A menunjukkan bahwa gerakan kepemudaan dapat melampaui aktivitas seremonial dengan menghubungkan gagasan, pengetahuan, dan aksi nyata.

Dari Aceh, SAPHYRA membawa pesan bahwa menjaga bumi juga berarti menjaga kesehatan dan kesejahteraan manusia. Semangat tersebut diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk mengambil peran dalam menciptakan komunitas yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar