Award Winners

Selamatkan PPP Dari Tangan Pemimpin Gadungan Dan Gerombolan Pengikut Syaitan

Harian Reportase - Rabu, 24 September 2025
Selamatkan PPP Dari Tangan Pemimpin Gadungan Dan Gerombolan Pengikut Syaitan
Ghazali Abbas Adan  
Penulis
|
Bagikan:

Oleh Ghazali Abbas Adan


HARIANREPORTASE.com — Kasat mata melihat judul tulisan ini terkesan vulgar dan kasar. Untuk menjawab anggapan demikian, kiranya berkenan dengan seksama dan serius membacanya sampai tuntas.

Partai Persatuan Pembangan (PPP) disebut partai warisan ulama, karena PPP didirikan oleh para ulama pemimpin empat pertai Islam NU, PARMUSI PSII, dan PERTI dan diwariskan kepada umat PPP berikutnya, disebut partai Islam karena PPP berasas Islam, disebut partai Ka’bah, karena PPP tampil dengan lambang Ka’bah Musyarrafah. PPP disebut sebagai rumah besar umat Islam, karena pendukung utama pendukung PPP adalah kaum muslimin.

Last but not least, ideologi politik PPP adalah ideologi politik Islam rahmatan lil ‘alamin yang merupakan fondasi bagi eksistensi PPP, pedoman dalam pengengelaan oraganisi, serta panduan yang menentukan langkah dan arah kerja-kerja politik PPP dengan tujuan kehadiran PPP di negeri ini dapat memberi manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia yang hetrogen, apapun suku dan agamanya sebagai wujud nyata dari teks dan makna dari Islam rahmatan lil a’lamin yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari ideologi politik PPP.

Ini dapat dilihat dari butir-butir khidmat dan Prnsip Perjuangan PPP, yakni; eksistensi dan kehadiran PPP untuk mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, menegakkan hak asasi manusia (HAM), mewujudkan persatuan nasional, musyawarah, mewujudkan masyarakat adil makmur, berpolitik adalah bagian dari ibadah, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, kejujuran, keadilan dan kejujuran, persamaan, kebersamaan dan persatuan, istiqamah, dan semua butir-butir khidmat dan prinsip perjuangan PPP ini merupakan terjemahan dan aktualisasi dari dalil-dalil naqli Al-Quran dan Hadis yang menjadi dasar ideologi politik Islam rahmatan lil ‘alamin PPP, dengan konsekuensi dalam mengelola oranisasi dan kerja-kerja politik wajib dipegah teguh dan dilaksanakan oleh umat PPP dimana para pemimpin, elit, terutama top leader menjadi eksekutor utama dan teladan dalam pelaksanaan ideologi politiknya ini.

Dengan demikian kapasitas, kualitas, rekam jejak dan pemahaman yang mendalam akan ideologi politik PPP ini sengat penting dan yang pertama dan utama bagi pemimpin PPP, sehingga di segala ruang dan waktu dalam kerja-kerja politik diaktualisasikan dengan benar, istiqamah dan sunggu-sungguh, sehingga kehadiran dan kiprah PPP di pentas politik nasional dapat dirasakan menfaatnya oleh rakyat.

Baca Juga:  Barakallah Muktamar X PPP, Muhasabah: Kembali ke Khittah Sesuai Ideologi Politik Islam

Dalam waktu yang bersamaan atas dasar pemahaman, penghayatan yang demikian, PPP partai Islam warisan ulama dengan lambang Ka’bah oleh pemimpinnya tidak dijadikan tunggangan memburu jabatan dan kekuasaan.

Terhadap fenomena ini sebagaimana sering saya nyatakan, niscaya jabatan dan kekuasaan itu didapati dengan suka cita dan penuh penghambaan menjadi kacung penjilat rezim yang sedang menguasai istana.

Pemimpin PPP Asli dan Gadungan

Sejarah kelahiran, pendiri, ideologi, eksistensi dan tujuan kehadiran PPP di negeri ini sudah jelas. Niscaya PPP tetap eksis, berwibawa, bermarwah dan dihargai, dihormati, yang pertama dan utama PPP terus dapat berkiprah serta memberi manfaat bagi rakyat, maka partai ini harus dipimpin oleh sosok yang benar-benar kader tulen, tercatat sebagai anggota PPP, dari tahun ke tahun, dalam suka dan duka sudah eksis, aktif dan menunjukkan kiprahnya di PPP, dan yang sangat penting adalah memahami, menghayati dan melaksanaksn ideologi politik Islam PPP. Dalam kerja-kerja politik bukanlah pengkhianat ideologi.

Contoh aktual karena ulahnya mengelola partai secara liar, ugal-ugalan, ikut hawa nafsu, tidak berdasarkan ideologi, menyebabkan PPP terpuruk karena ditinggal umat, dan ini didalihkan sebagai musibah kehendak Allah, tetapi yang benar musibah dengan sadar dan sengaja dibuatnya.

Sekali lagi bukan pengkhianat ideologi, tetapi kerja-kerja politiknya istiqamah dengan ideologi politik Islam rahmatan lil a’lamin PPP. Sosok seperti ini adalah pemimpin PPP asli.

Sebaliknya orang yang tidak jelas jentrungannya, makhluk antah berantah, bukan anggota dan kader PPP, tidak pernah merasakan suka dan duka, mengeluarkan keringat, air mata, berkorban bersama dan untuk PPP, dan saya sangat yakin orang seperti ini tidak memahami dan menghayati ideologi politik Islam PPP, kini ada tanda-tanda oleh para broker, karena ia toke dan dalam otak broker itu uang di atas segalanya, tiba-tiba dengan narasi sesat, diolah, direkayasa, diakal-akali, dicocok-cocokkan (cocokologi) untuk dijadikan pemimpin PPP.

Baca Juga:  Ghazali Abbas: Makhluk Gagal Jangan Dipilih Jadi Top Leader DPP PPP

Kalau orang seperi ini pernah aktif di satu partai politik, saya menyebutnya kutu loncat dan limbah politik. Inilah sosok pemimpin PPP gadungan.

Sekarang ada pertanyaan, sudikah umat PPP dipimpin oleh pemimpin PPP gadungan ?. Bagi umat PPP yang cerdas dan masih berpikiran waras, jababannya pasti TIDAK.

Adalah aib, sangat memalukan, tidak bermarwah dan tidak memiliki harga diri, kalau umat PPP yang mencitai dan membanggakan PPP partai Islam 25 karat, warisan ulama, berlambang Ka’bah Musyarrafah dipimpin oleh pemimpin PPP gadungan.

Pemimpin Gerombolan Pengikut Syaitan

Dikalangan partai-partai politik di Indonesia beragam nomenklatur menyebut istilah berkaitan dengan event politik tingkat nasional, yang salah satu agendanya adalah pemilihan top leader. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyebutnya muktamar.

Sebagaimana diberitakan media massa insya Allah 27-29 September ini PPP akan melaksanakan Muktamar X di Jakarta.

Tentang muktamar dalam tulisan yang lalu saya menyebutnya ada muktamar ma’ruf dan muktamar munkar dengan perbedaan yang jelas, ialah; apabila dilaksanakan dan berlangsung sesuai dengan ideologi politik Islam rahmatan lil a’lamin PPP, maka ia adalah muktamat ma’ruf.

Adapun muktamar munkar adalah antetitesis dari muktamar ma’ruf, yakni terjadi politik transaksional, politik uang, sogok menyogok, suap menyuap (dengan dalih dan atas dan nama apapun), penuh rekayasa bathil, akal-akal, tipu daya dan berbagai perilaku tercela lainnya. Ini semua adalah perilaku haram, batil, munkar yang dalam Al-Quran disebut sifat dan perilaku syaitan (QS, An-Nur, ayat 21), karena syaitan itu membangkang kepada Tuhannya (QS, Al-Isra’, ayat 27), dan musuh manusia (QS, Al-Isra’, ayat 53), juga musuh orang-orang beriman (QS, Al-Baqarah, ayat 208).

Baca Juga:  Syekh Asal Palestina Semangati Siswa SMPIT Bunayya Lhokseumawe Menghafal Alquran

Ada ungkapan sesat, pongah dan sombong pengikut syaitan, yakni kaum sekuler, pragmatis, oportunis, hedonis, bahwa dalam politik itu tidak ada halal haram, haq-batil, ma’ruf munkar untuk mencapai tujuan.

Kalau ada politisi di PPP yang berpendapat dan berperilaku demikian, ini adalah gerombolan politisi pengikut syaitan, kendati kerap mamakai seragam dan lambang PPP, dan apabila dalam kontestasi politik di tangkat apapun dan dalam proses mendapatkan jabatan sebagai top leader terjadi praktik politik syaitan, maka top leader dan gerombolan pendukungnya dapat kita sebut sebagai gerombolan pengikut syaitan.

Selamatkan PPP Tetap Eksis dan Memberi Manfaat Bagi Indonesia

Berdasarkan uraian di atas jelas belaka ciri-ciri, siapa yang disebut pemimpin PPP asli, pemimpin PPP gadungan dan siapa gerombolan pengikut syaitan, dan PPP harus dipimpin oleh pemimpin PPP asli, tidak boleh dipimpin oleh pemimpin PPP gadungan dan gerombilan pengikut syaitan.

Dengan bahasa yang tegas saya nyatakan, kita harus selamatkan PPP agar tidak jatuh ke tangan dan dipimpin oleh pemimpin PPP gadungan dan gerombolan pengkut syaitan itu.

Berdasarkan sikap demikian melalui almukarramin wal muhtaramin peserta muktamar (muktamirun) dan muktamar dapat berlangsung secara ma’ruf sesuai ideologi politik Islam PPP sebagaimana termaktub dalam butir-butir khidmat dan prinsip perjuangan PPP, harus dipastikan PPP wajib dipimpin oleh pemimpin PPP asli, nascaya partai Islam warisan ulama berlambang Ka’bah Musyarrafah tetap eksis dan dengan sungguh-sungguh mengaktualisasikan ideologi politik Islam rahmatn lil ‘alamin, dan ini semua adalah dalam upaya mewujudkan Indonesia yang rakyatnya itu apapun suku dan agamanya dapat hidup tenang beribadah, sejahtera dalam kehidupan dan aman dari ketakutan, serta berakhlak karimah, gemah ripah loh jinawi, baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Nashrum minallahi wa fathun qarib wa basysyiril mu’minin.

Ghazali Abbas Adan atau yang akrab disapa Abang Jakarta 1979 merupakan Politisi Senior PPP dan Mantan Anggota Parlemen, DPR/DPD/MPR-RI.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar