Award Winners

Muktamar X Momentum PPP Kembali Bangkit

Harian Reportase - Senin, 22 September 2025
Muktamar X Momentum PPP Kembali Bangkit
Ghazali Abbas Adan  
Penulis
|
Bagikan:

HARIANREPORTASE.com — Dari pemberitaan media massa 27-29 Semptember 2025 PPP akan menggelar muktamar X di Jakarta. Dalam proses pelaksanaan dan keberlangsungannya muncul pertanyaan, apakah muktamar kali ni boleh dikatakan muktamar ma’ruf atau muktamar munkar.

Jawabannya adalah, apabila muktamar dilaksanakan dan berlangsung sesuai ideologi politik Islam PPP, yakni dalam rangka mencari ridha Allah, sesuai dengan syariat-Nya, berdasarkan ilmu dan kecerdasan, serta selama proses dan berlangsungnya muktamar konsinten, istiqamah dengan syariat Allah, maka muktamar itu dapat dikatakan muktamar ma’ruf.

Dan apabila dalam praktiknya antitesis terhadap muktamar ma’ruf sebagaimana saya diskrepsikan, terjadi akal-akalan, tipu daya, rekayasa sesat, sogok menyogok, suap menyuap (rasywah) dengan dalih dan nomenklatur apapun, maka ia adalah muktamar munkar.

Ketahuilah dan sadarlah, bahwa rakyat/umat akan tahu dan menilai kualitas muktamar, apakah muktamar X PPP m’aruf atau munkar. Dengan demikian rakyat/umat akan menentukan masa depan PPP, apakah akan kembali bangkit atau tatap terpuruk dan berstatus sebagai partai gurem.

Namun jangan lupa, bahwa kualitas muktamar satu paket dengan kualitas sosok yang menjadi top leader hasil muktamar, karena ada juga suara yang mengatakan, bahwa kualitas leadership juga sangat menentukan ketika mengelola organisasi dan melakukan kerja-kerja politik PPP dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri ini, sekaligus menjadi daya tarik rakyat/umat memberi dukungan demi eksistensi dan peran PPP ke depan, atau boleh jadi sebaliknya karena faktor leadership, rakyat/umat semakin jauh meninggalkan PPP.

Husnan, Mardiono, Agus

Lagi saya ingatkan hadis Rasulullah Muhammad saw, “Saya adalah orang pertama berbuat terhadap apapun yang saya perintahkan kepadamu”.

Baca Juga:  Muktamar Munkar Menghasilkan Pemimpin Gadungan dan Kehancuran Bagi PPP

Berdasarkan hadis ini, sesungguhnya pemimipin harus menjadi penggerak utama dan teladan dalam kepemimpinan dan aktualisasi ideologi.

Bagi PPP dengan ideologi politik Islam rahmatan lil a’lamin yang melandasi kerja-kerja politik, top leader harus menjadi penggerak utama dan teladan niscaya dalam segala ruang dan waktu kerja-kerja politik sesuai dengan ideologi, sebagai modal PPP kembali eksis dan berkiprah, bersanding dan bertanding dengan partai-partai lain dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri ini.

Demi tujuan ini, dan kebangkitan kembali PPP dalam konstelasi politik nasional, tiga nama di atas sudah muncul ke publik untuk dipilih sebagai top leadernya.

Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie 18 Agustus 2025 lalu di ruang rapat kantor DPP PPP Jakarta sudah mendeklarasikan diri sebagai caketum PPP, sekaligus menyampaikan orasi politik berkenaan dengan pencalonannya itu.

Sementara yang dua lagi sejauh yang saya ketahui namanya sebagai caketum DPP PPP baru sebatas diumumkan oleh para pendukungnya dan belum terdengar orasi politik keluar dari mulut yang bersangkutan.

Sekaitan dengan para caketum DPP PPP ini, sebagai kader PPP saya berhak untuk memberi penilaian, dan penilaian yang saya sampaikan tidak ada kaitan dengan pribadi mereka, tetapi ini beririsan dengan masa depan PPP partai milik umat, dan saya sudah lama menjadi kadernya di mana mereka akan ikut kontestasi menjadi top leader partai Islam warisan ulama ini.

Adalah Mardiono yang sudah saya jelaskan kualitasnya dan selama ini saya menyebutnya sebagai makhluk gagal, karena memang faktanya dalam kerja-politik selama ini menunjukkan kualitas rendah, tidak layak jual, jenjang pendidikannya tidak jelas, disebut dia tokoh politik Islam kemampuan membaca Quran sesuai ilmu tajwid juga dipertanyakan.

Baca Juga:  Ibunda Illiza, Hj Hamriah binti Zaini Bakri Meninggal Dunia

Kerja-kerja politik ugal-ugalan sesuai hawa nafsu dengan mengkhianati ideologi politik Islam PPP menyebabkan PPP gagal, nyungsep dan tenggelam di Senayan. Berdasarkan fakta ini saya menyarankan Mardiono jangan lagi mencalonkan diri sebagai ketum DPP PPP, sementara untuk jabatan lain tidak ada masalah.

Akan halnya Agus saya melihatnya sebagai kutu loncat, limbah politik PKB, rekam jejak politiknya tidak klop dan tidak dapat menyatu dengan ideologi politik Islam rahmatan lil ‘alamin yang manjadi dasar kerja-kerja politik PPP.

Saya tidak rela pertai yang telah mengantarkan saya ke Senayan sebagai anggota parleman dan menjadikan partai Islam ini wadah ibadah dalam aktifitas politik, alat perjuangan politik melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, dengan keringat dan air mata serta berbagai pengorbanan menjaga eksistensi dan membesarkannya, oleh Agus PPP akan dijadikan tunggangan memburu jabatan dan kekuasan, dan niscaya jabatan dan kekuasan itu didapatkan, dengan suka cita dan penuh penghambaan akan menjadi kacung dan penjilat rezim yang menguasai istina, dan dalam waktu yang bersamaan akan mencampakkan dan mengkhianati ideologi politik Islam PPP.

Tentang Prof Dr H Husnan Fananie jelas sosok, aura kecerdasan, keulamaan, kesantunan, kesederhanaan dan ketokohan serta bukan kutu loncat, tetapi kader tulen yang paham ideologi politik Islam PPP yang menjadi kekuatan mengembalikan partai Islam warisan ulama ini bangkit, eksis dan berkiprah dalam dialektika politik nasional.

Seperti sudah saya sebut di atas, Prof Dr H Husnan Fananie secara resmi dan terbuka sudah mengumumkan dirinya sebagai caketum DPP PPP, disertai orasi politik. Sudah memenuhi syarat untuk menjadi calon. Siap menunjukkan ijazah asli di semua jenjang pendidikan dalam dan luar negeri. Sebagai top leader partai Islam siap memperdengarkan kemampuan membaca Quran, menyampaikan visi dan misi dalam perspektif ideologi politik Islam rahmatan lil ‘alamin dalam upaya mengembalikan eksistensi dan marwah PPP bersanding dan bertanding dengan partai-partai politik lain di tanah air, yang utama dan pertama adalah dengan kemampuan aktualisasi ideologi politiknya PPP dapat memberi manfaat kepada rakyat, apapun suku dan agamanya niscaya tenang beribadah, sejahtera dalam kehidupan dan aman dari ketakutan serta berakhlak karimah, baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Baca Juga:  Tazkirah Menyongsong Muktamar PPP: Uang Bukan Segalanya, Politik Adalah Opini dan Perlawanan terhadap Gerombolan Pengikut Syaitan

Di ujung tulisan ini kembali saya nyatakan dan ini juga pendapat banyak pengamat politik, bahwa PPP akan mampu bangkit kembali dari keterpurukan sangat tergantung pada kualitas top leadernya, serta sejauh mana konsistensi dan dapat mengaktualisasi ideologi politik untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Hal ini terpulang kepada almukarramin wal muhtaramin para peserta muktamar (muktamirun) niscaya bermuktamar berlangsung secara ma’-ruf sesuai dengan ideologi politik Islam yang menjadi dasar kerja-kerja politik partai berlambang Ka’bah Musyarrafah ini.

In uriidu illaa al-ishlaaha maa istath’atu, wamaa tawfiiqii illaa billaah, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib, aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanyalah dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal, dan kepada-Nya (pula) aku kembali (QS, Hud, ayat 88).

Penulis adalah Ghazali Abbas Adan akrab disapa Abang Jakarta 1979, Politisi senior PPP dan Mantan Anggota Parlemen, DPR/DPD/MPR-RI.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar