Lhokseumawe, HARIANREPORTASE.com — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Lhokseumawe–Aceh Utara menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) perdana untuk periode kepengurusan 2026–2030, di Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar-Sekolah Islam Terpadu (SIT) sekaligus meningkatkan mutu pendidikan Islam di Aceh.
MUSDA yang berlangsung khidmat, tertib, hangat, dan penuh semangat ini mengusung tema “Berkolaborasi dan Berinovasi Menuju Pendidikan Aceh yang Bermartabat”.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pengurus JSIT Wilayah Aceh, di antaranya Sekretaris JSIT Wilayah Aceh Erna Supiani, SHI., M.Pd., Gr, Humas JSIT Wilayah Aceh Nalita Rusli, S.Pd., Gr, serta Ketua TP2Q Aceh Sa’id Ramadhan, S.E., M.M., Gr.
Dalam MUSDA tersebut, Yusmadi, S.Pd., M.Pd. dipercaya memimpin PD JSIT Lhokseumawe–Aceh Utara untuk masa bakti 2026–2030.
Dalam sambutannya, Yusmadi menegaskan bahwa kolaborasi dan inovasi merupakan bagian penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Dalam dunia pendidikan, kolaborasi dan inovasi merupakan semangat bertumbuh yang menjadi barometer berkembangnya mutu pendidikan,” ujar Yusmadi.
Menurutnya, JSIT harus terus memiliki semangat untuk beradaptasi terhadap berbagai perubahan positif yang terjadi dalam dunia pendidikan. Karena itu, seluruh sekolah yang tergabung dalam JSIT diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana pendidikan, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik baik dan inspirasi.
Ia juga mengajak para guru yang hadir untuk terus membangun budaya berbagi pengalaman dan praktik baik dari masing-masing institusi pendidikan.
“Semoga kita dapat terus berbagi praktik baik dari setiap institusi yang sudah tergabung, sehingga dapat saling memberikan inspirasi untuk maju dan berkembang bersama,” katanya.
MUSDA JSIT Lhokseumawe–Aceh Utara juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara dua lembaga pendidikan Islam terpadu yang tergabung dalam JSIT Indonesia, yakni SIT Bunayya Lhokseumawe dan SIT Madani Lhoksukon.
Sejumlah guru dari Yayasan Bunayya Lhokseumawe dan Yayasan Amanah Ummat Madani Aceh turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi awal penguatan kerja sama dalam pengembangan kualitas tenaga pendidik, pengelolaan sekolah, serta berbagai program pendidikan yang berdampak bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tema MUSDA, yakni membangun pendidikan Aceh melalui kolaborasi dan inovasi sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan bermartabat.
Sementara itu, Dewan Pengawas PD JSIT Lhokseumawe–Aceh Utara, Dr. H. M. Yusuf A. Samad, S.Pd.I., M.M., C.H.R.A., dalam sambutannya turut memaparkan sejarah berdirinya JSIT Indonesia.
Ia menjelaskan, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia dibentuk pada 31 Juli 2003 di Yogyakarta. Kehadiran JSIT tidak terlepas dari perkembangan sejumlah sekolah yang menjadi cikal bakal model penyelenggaraan Sekolah Islam Terpadu, antara lain SDIT Nurul Fikri Depok, SDIT Al Hikmah Jakarta Selatan, SDIT Iqro Bekasi, SDIT Ummul Quro Bogor, dan SDIT Al Khayrot Jakarta Timur.
Sejak saat itu, sekolah Islam terpadu terus bermunculan dan berkembang pesat di berbagai daerah di Indonesia.
JSIT Indonesia pada awal berdirinya dinahkodai Dr. Fahmy Alaydroes, yang juga merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Fikri.
Dalam perkembangannya, JSIT terus melakukan berbagai program pemberdayaan terhadap sekolah-sekolah Islam yang berafiliasi dalam jaringannya.
Khusus di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, terdapat dua sekolah Islam terpadu yang berada dalam naungan JSIT Indonesia, yakni SIT Bunayya Lhokseumawe dan SIT Madani Lhoksukon.
Dalam kesempatan tersebut juga ditetapkan dan dilantik kepengurusan PD JSIT Lhokseumawe–Aceh Utara periode 2026–2030.
Adapun susunan pengurus inti di antaranya:
Dewan Pengawas
Pengurus Harian
Selain pengurus inti tersebut, turut ditetapkan sejumlah ketua dan anggota bidang lainnya yang akan menjalankan program organisasi selama periode kepengurusan 2026–2030.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, JSIT Lhokseumawe–Aceh Utara diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran strategisnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam terpadu.
MUSDA perdana tersebut sekaligus menjadi titik awal untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan berbagai inovasi pendidikan.
Semangat tersebut diharapkan mampu membawa SIT di Lhokseumawe dan Aceh Utara untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Aceh yang bermartabat.