HARIANREPORTASE.com — Masyarakat dunia, Kalau kita lihat kecendrungan manusia dewasa ini baik umat Islam dan non-Islam di dunia ini, maka terlihatlah sikap dan kecendrungan mereka terhadap apa yang terjadi di dunia ini.
Misalnya rasa kemanusiaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia sudah hilang sama sekali seperti yang dialami oleh manusia di Rohingya, Gaza, dan di belahan bumi ini.
Masyarakat dunia lainnya yang lebih maju misalnya yang mengaku diri mereka bangsa beradab seperti Amerika dan Eropa serta bangsa -bangsa lainnya, mereka bukan hanya menutup mata dan telinga mereka terhadap penyembelihan umat Islam di Palestina umat Islam Rohingya di Miyanmar, umat Islam di India serta umat Islam di Uyghur-China.
Inilah kecendrungan masyarakat dunia terhadap pembersihan etnik, pembantaian umat Islam, dan pengusiran sebuah bangsa dari tanah airnya. Inilah kecendrungan manusia di dunia yang sangat mendukung pembantaian, pengusiran dan penyembelihan manusia.
Artinya manusia saat ini seperti drakula penghisap darah seperti dilakukan oleh pemerintah Yahudi Israel terhadap ummat Islam di Gaza, pemerintah Budha Myanmar terhadap ummat Islam Rohingya, pemerintah Komunis China terhadap ummat Islam di Uyghur. Itulah gambaran ummat manusia baik mereka beragama Islam atau non-muslim terhadap nilai-nilai kemanusian.
Kalau kita lihat dan kaji secara mendalam tentang nilai-nilai kemanusiaan sekarang ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ummat manusia dewasa ini sudah berubah kepada sifat material yang sudah mendunia. Manusia sekarang sangat cenderung untuk mempertahankan diri sendiri dan keluarganya. Manusia tidak ada lagi yang memiliki rasa solidaritas, rasa kasih sayang dan rasa kebersamaan serta kepentingan satu sama lain.
Manusia akhir zaman akan terlihat pada sifatnya, karakternya , dan pemikirannya terhadap kasih sayangnya satu sama lain.
Semakin tua umur dunia, maka semakin terkikis nilai kemanusiaan yang terdapat pada manusia. Manusia tidak segan-segan membunuh hanya karena persoalan kecil dan remeh temeh.
Persoalan utang akhirnya membunuh, persoalan cinta akhirnya harus mengakhiri kehidupan diri atau orang lain, persoalan tapal batas kebun atau juga harus membunuh. Rasanya sangat tidak terbuka ruang untuk berdiskusi, bermusyawarah dan bertukar pendapat.
Beginilah manusia akhir zaman menyelesaikan konflik yang mereka alami, persoalan ini tidak mengenal bangsa dan agama, kecuali orang beriman.
Orang beriman tidak akan mengedepankan emosi, kekerasan, dan kebiadaban. Mereka penuh harap kepada Allah, taat kepada Allah, tunduk dan patuh kepada Allah atas apa yang terjadi terhadapnya. Namun dewasa ini orang yang beriman (mukmin) adalah sangat sedikit , sedangkan mayoritas manusia adalah orang fasiq atau orang munafiq. Mereka lebih berpihak kepada kemungkaran dan kedhaliman daripada kebajikan dan kasih sayang
Prof. Dr. Muhammad AR. M.Ed.
Ketua umum Dewan Dakwah Aceh.
Terlalu pesimis muslim dalam menanggapi peperangan, sehingga para ummat non muslim mereka se ide dengan berbagai kecaman dari para penjahat di dunia dan mereka sekongkol dalam membantai ummat islam karena yakin islam di muka bumi tidak kompak dan tidak sekata dalam memerangi atau melawan….dibalik kegemerlap di timur tengah muncullah kemewahan yg mereka rasakan sehingga takut binasa,timbullah dia sejuta tantangan….hari ini ummat islam di injak dimana mana secara brutal hanya karena tidak mau merasakan pahit peperangan….. kalau ummat islam kompak melawan tentu mereka takkan pernah takut….. ummat materialis hanya pandai koar koar dan sandiwara … jgnkan dunia dinegeri ini saja menjadi algojo pembantai di jabat org non muslim, yg sewajarnya keamanan negara wajib pada muslim agar muslim nyanman dalam segala aspek….nah ini tdk terjadi karena muslim di sini lebih mementingkan sembako dari pada kekompakan dengan cita cita mukmin yg taibatun warabbul ghafur……